Siapapun yang Terlibat Dipanggil, Jika Tidak MKD Mengundurkan Diri

Ilustrasi/Protes pertambangan PT Freeport di Indonesia
Sumber :
  • VIVA.co.id/Ikhwan Yanuar

VIVA.co.id – Wakil Ketua Komisi I DPR RI Syaifullah Tamliha mengatakan hal yang lebih penting bagaimana sikap Freeport tentang perpanjangan. Ia juga menyarankan kalau bisa seperti Bung Karno dulu, jika generasi muda sudah siap mengelola sendiri, maka tidak akan ada lagi pemberian izin terhadap negara asing untuk menambang di negeri ini.

img_title Bos Freeport Tegaskan Fokus Pencarian 5 Karyawan Korban Longsor, Produksi Masih Dihentikan

"Skandal mulai Presiden, Wakil Presiden, Menteri ESDM, Pimpinan DPR, Riza Chalid perlu dipanggil MKD supaya bisa lebih komprehensif. Siapapun yang terlibat dalam skandal itu, kalau tidak dipecat maka MKD mengundurkan diri. Kalau Presiden terlibat ya interplasi, kita bisa impeachment Presiden," ujarnya, di Senayan, Jumat 27 November 2015.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia menambahkan, soal perombakan MKD dirinya melihat perombakan yang banyak itu di Fraksi Golkar.

img_title LCR Bocorkan Rencana Kontrak Bintang Moto2, Dekat Gabung Honda di MotoGP

"Saya khawatir kita terjebak pada permainan suatu fraksi. Konon kan antara ketua Fraksi Golkar dengan Pak Setnov ini berbeda pendapat," ucap politisi PPP ini.

"Kan Setnov dari golkar. Apakah pengganti di MKD ini pro Novanto atau pro Ade Komarudin. Kalau perlu Presiden Jokowi juga menyampaikan apakah dia pernah bertemu dengan Setnov dan membicarakan tentang Freeport. Jangan-jangan iya. Kalau perlu dikumpulkan semuanya," ungkapnya.

img_title Bos Danantara Sebut Freeport Indonesia Sepakat Kasih Gratis 12 Persen Saham ke Indonesia

Menurut Syaifullah skandal Freeport ini perlu dibongkar agar bisa memastikan apakah perlu atau tidak untuk mempertahan perpanjangan kontrak antara Indonesia dengan PTFI.

"Kalau Presiden terlibat ya bisa di-impeachment oleh DPR. Kalau Pak Luhut Panjaitan terlibat, saya tidak yakin kalau Pak Luhut jalan sendiri. Oleh karena itu panggil semua," ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia menambahkan juga, jika tidak berani memanggil Presiden buat apa jadi anggota MKD.

"Mundur saja dari MKD kalau gak berani. Gak ada gunanya kalau MKD tidak mampu memanggil pihak yang terlibat.  Saya pikir kita jangan ributkan lagi perlu atau tidaknya kocok ulang. Kalau kocok ulang berarti itu 'onani'. Ini DPR menikmati sendiri dan rakyatnya yang ribut-ribut dan tidak menikmatinya," katanya.

Pembalap Repsol Honda, Marc Marquez

Alberto Puig Buka Suara Soal Peluang Marc Marquez Kembali ke Honda

Alberto Puig buka suara soal peluang Marc Marquez kembali ke Honda. Meski disebut absurd saat ini, reuni bisa terjadi jika motor kembali kompetitif di era regulasi baru.

img_title
VIVA.co.id
2 Oktober 2025
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut