Dubes India untuk Indonesia Gurjit Singh
Pasar Indonesia Sulit Dijangkau
Senin, 30 November 2015 - 07:15 WIB
Sumber :
- VIVAnews / Renne Kawilarang
Saya senang karena sekarang hal-hal kecil mulai terjadi, karena saya percaya kerja sama kedua negara dapat memberikan dampak yang baik bagi internasional.Â
Apa yang bisa menarik minat pasar Indonesia ?
India menawarkan banyak sekali. Kami minta agar Indonesia mau melihat apa yang kami lihat dan kesempatan yang ada di India. Malaysia, Singapura, Thailand datang ke India membangun jalan, gedung, kota baru, tapi Indonesia belum. Itu sebabnya saya membuat buku. Di buku itu saya tawarkan kepada pengusaha Indonesia, investasi apa saja yang bisa mereka kembangkan di India. Hampir 60 persen Foreign Direct Investment (FDI) meningkat sejak dipromosikannya buku ini.
Anda sudah melalui dua periode kepemimpinan di Indonesia. Adakah perbedaan yang terasa pada kepemimpinan di masa pemerintahan Jokowi dan sebelumnya?
Pada November, sebulan setelah Jokowi terpilih, kami melakukan pertemuan pertama antara Jokowi dengan PM kami dan pertemuan itu memberikan momentum penting bagi kedua negara. PM mengatakan, dulu keduanya cuma memiliki rencana saja, tapi kini sudah dilakukan aksi dari rencana tersebut.Â
Presiden Jokowi juga mengatakan hal yang sama kepada wapres kami kemarin bahwa ini adalah saatnya melakukan implementasi. Kedua negara sepakat untuk melihat isu-isu yang tertunda selama ini, dan sepakat untuk segera merealisasikannya, terutama di bidang ekonomi. Sejak kepemimpinan Jokowi, hubungan kedua negara semakin erat. Tahun ini, kami memiliki sejumlah pertemuan tingkat tinggi, banyak hal yang terjadi.
Jadi sekarang perjanjian yang tertunda sudah mulai direalisasikan?
Iya, kami mulai bekerja dan melakukan kesepakatan-kesepakatan yang sempat tertunda.Â
India semakin terkenal dengan kemajuan teknologi informasinya. Bagaimana India bisa mencapai kemajuan tersebut?
Kami berinvestasi sangat besar di bidang pendidikan. Kami punya banyak sekali teknisi dan kami juga banyak berinvestasi pada aspek pendidikan bahasa Inggris. Pemerintah menciptakan infrastruktur untuk aspek software dan sukses pula oleh perusahaan swasta. Mereka meluaskan usahanya ke Indonesia juga tapi hanya melakukan medium kontrak.Â
Banyak orang Indonesia yang meminta kepada saya untuk membantu mengembangkan teknologi di Indonesia. Anda butuh kecakapan berbahasa Inggris, science dan matematika yang bagus serta butuh kesediaan untuk datang kepada India, karena kami menyediakan banyak program pelatihan. Sudah mulai ada respons yang baik, ini proses yang perlahan karena warga Indonesia tidak terlalu fasih dalam berbahasa Inggris tapi saya percaya ini bisa dilakukan.Â
Halaman Selanjutnya