Dubes India untuk Indonesia Gurjit Singh
Pasar Indonesia Sulit Dijangkau
Senin, 30 November 2015 - 07:15 WIB
Sumber :
- VIVAnews / Renne Kawilarang
Baca Juga
Media internasional ramai memberitakan masalah sapi yang menjadi sumber pertentangan antara Muslim dan Hindu di India. Sebenarnya apa yang terjadi?
Kami tidak bisa membunuh sapi, karena mayoritas penduduk India beragama Hindu. Orang beragama Islam atau Kristen boleh dan diperbolehkan makan daging, tapi bukan daging sapi melainkan daging kerbau.
Mungkin Anda sering membaca mengenai kasus-kasus menyangkut soal membunuh sapi. Tetapi sebenarnya itu hanya isu lokal yang kemudian menjadi besar di media. Masalah itu sebenarnya tidak semua menyangkut daging tapi lebih kepada masalah penduduk lokal. India bahkan banyak melakukan impor daging, tapi  tentu saja bukan daging sapi melainkan kerbau. Kami melakukan impor daging kerbau dari Malaysia, Filipina, dan negara lainnya.
Baca Juga
Penyelesaian masalah keberagaman agama di India ?
India dan Indonesia mirip. Indonesia adalah negara Islam terbesar tapi kalian memiliki lima agama yang diakui. India adalah negara dengan populasi pemeluk Hindu terbanyak tapi kami bukan negara Hindu. Kami juga mengakui agama lain. Jadi sebagai sesama negara dengan banyak agama Anda pasti mengerti, kami tidak akan memaksakan seseorang untuk memeluk agama tertentu. Semua orang memiliki dan diberikan hak yang sama. Jadi jika ada berita soal konflik agama, itu hanya isu dan masalah lokal saja. Kami semua hidup dalam damai dan kebersamaan.
Jadi tidak setegang seperti yang diberitakan oleh media internasional?
Apa yang terjadi di dalam India, itu adalah masalah daerah atau masalah lokal. Bukan menjadi simbol keseluruhan negara terkait dengan masalah itu. Kami yakin konstitusi kami mempersilakan setiap orang memeluk agama masing-masing dengan bebas.
Saya yakin Indonesia pasti mengerti hal ini. Karena itulah kedua negara dekat karena sama-sama merupakan negara berkembang dengan banyak keberagaman. Keduanya negara demokrasi. Kami saling memahami satu sama lain. Kami berjalan di jalan yang sama
Selama menjadi Duta Besar, bagaimana Anda melihat Indonesia?
Selama di Indonesia saya sangat senang dan menikmati waktu saya dengan sangat baik di sini. Orang-orang Indonesia sangat ramah. Kalian selalu tersenyum, baik hati dan bertoleransi. Saya menikmati pertemuan saya dengan banyak orang di 21 provinsi. Saya sudah pernah ke Sulawesi, Kalimantan, dan tempat-tempat lain di Indonesia. Saya sangat menikmati menyelam di Bunaken. Dan saya menyukai keindahan alam Indonesia.Â
Halaman Selanjutnya