Dubes India untuk Indonesia Gurjit Singh

Pasar Indonesia Sulit Dijangkau

Duta Besar Dubes India untuk Indonesia Gurjit Singh
Sumber :
  • VIVAnews / Renne Kawilarang

img_title Selfie di Depan Singa, Denda Rp3 Juta
Media internasional ramai memberitakan masalah sapi yang menjadi sumber pertentangan antara Muslim dan Hindu di India. Sebenarnya apa yang terjadi?

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kami tidak bisa membunuh sapi, karena mayoritas penduduk India beragama Hindu. Orang beragama Islam atau Kristen boleh dan diperbolehkan makan daging, tapi bukan daging sapi melainkan daging kerbau.
img_title Belum Bayar Utang Rp30 Ribu, Suami Istri Dibunuh

Mungkin Anda sering membaca mengenai kasus-kasus menyangkut soal membunuh sapi. Tetapi sebenarnya itu hanya isu lokal yang kemudian menjadi besar di media. Masalah itu sebenarnya tidak semua menyangkut daging tapi lebih kepada masalah penduduk lokal. India bahkan banyak melakukan impor daging, tapi  tentu saja bukan daging sapi melainkan kerbau. Kami melakukan impor daging kerbau dari Malaysia, Filipina, dan negara lainnya.
img_title Korban Ledakan di India Jadi 100 Orang

Penyelesaian masalah keberagaman agama di India ?
India dan Indonesia mirip. Indonesia adalah negara Islam terbesar tapi kalian memiliki lima agama yang diakui. India adalah negara dengan populasi pemeluk Hindu terbanyak tapi kami bukan negara Hindu. Kami juga mengakui agama lain. Jadi sebagai sesama negara dengan banyak agama Anda pasti mengerti, kami tidak akan memaksakan seseorang untuk memeluk agama tertentu. Semua orang memiliki dan diberikan hak yang sama. Jadi jika ada berita soal konflik agama, itu hanya isu dan masalah lokal saja. Kami semua hidup dalam damai dan kebersamaan.

Jadi tidak setegang seperti yang diberitakan oleh media internasional?
Apa yang terjadi di dalam India, itu adalah masalah daerah atau masalah lokal. Bukan menjadi simbol keseluruhan negara terkait dengan masalah itu. Kami yakin konstitusi kami mempersilakan setiap orang memeluk agama masing-masing dengan bebas.

Saya yakin Indonesia pasti mengerti hal ini. Karena itulah kedua negara dekat karena sama-sama merupakan negara berkembang dengan banyak keberagaman. Keduanya negara demokrasi. Kami saling memahami satu sama lain. Kami berjalan di jalan yang sama

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selama menjadi Duta Besar, bagaimana Anda melihat Indonesia?
Selama di Indonesia saya sangat senang dan menikmati waktu saya dengan sangat baik di sini. Orang-orang Indonesia sangat ramah. Kalian selalu tersenyum, baik hati dan bertoleransi. Saya menikmati pertemuan saya dengan banyak orang di 21 provinsi. Saya sudah pernah ke Sulawesi, Kalimantan, dan tempat-tempat lain di Indonesia. Saya sangat menikmati menyelam di Bunaken. Dan saya menyukai keindahan alam Indonesia. 
Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut