Kepala P3B Kemendikbud, Sugiyono

Semua Bahasa Daerah Terancam Punah

Kepala Pusat Pengembangan dan Perlindungan Bahasa (P2B) Kemendikbud, Sugiyono
Sumber :
  • Dok. P2B Kemendikbud

VIVA.co.id - Nasib bahasa etnis di Indonesia terancam. Hasil penelitian Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Kebudayaan (P2KK) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menemukan fakta, bahasa etnis yang dimiliki Indonesia terancam punah.

img_title UN Lancar, Mendikbud Berterima Kasih pada Hacker

Temuan LIPI cukup mencegangkan. Ada ratusan bahasa etnis yang bisa punah sewaktu-waktu. Padahal, Indonesia memiliki 746 bahasa etnis di penjuru Tanah Air. Hal ini yang menempatkan Indonesia dalam posisi kedua dalam laboratorium bahasa terbesar di dunia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tak menyangkal hasil penelitian LIPI tersebut. Kepala Pusat Pengembangan dan Perlindungan Bahasa Kemendikbud, Sugiyono bahkan menyatakan, hampir semua bahasa daerah terancam punah.

img_title Ini Syarat Lulus UN Versi Menteri Anies

Menurut dia, ada sejumlah faktor yang bisa menyebabkan punahnya bahasa daerah, salah satunya urbanisasi. Selain itu, perkawinan antaretnis dituding menjadi penyebab tergerusnya bahasa daerah. Berikut penuturan Sugiyono kepada VIVA.co.id, Kamis, 3 Desember 2015.

LIPI menyatakan sejumlah bahasa etnis terancam punah. Tanggapan Anda?

img_title Kamus Bahasa Jawa Standar Internasional Sudah Didigitalisasi

Semua bahasa terancam punah. Tak ada satu pun bahasa yang tak terancam, termasuk Bahasa Jawa yang penduduknya 84 juta jiwa.

Artinya semua bahasa daerah di Indonesia terancam punah?

Seorang ahli, namanya Simon Robinson yang peduli terhadap kepunahan bahasa menyatakan, pada akhir abad ini hanya tinggal 10 persen bahasa yang tersisa. Kalau bahasa dunia itu ada 7 ribu, maka tinggal sepuluh persen saja. Kalau rasio itu dibawa ke Indonesia, kita punya 700-an bahasa, maka akan tinggal 70 bahasa di Indonesia.

Apa yang menyebabkan kondisi tersebut?

Ada perang, ada bencana alam. Jadi, kalau perang antarsuku, salah satu suku kalah, mungkin itu akan habis, atau dia dipaksa untuk tidak menggunakan ciri khas budayanya.

Selain itu?

Yang paling gawat itu perkawinan antaretnis dan urbanisasi. Kalau orang dari daerah hijrah ke ibu kota, dia akan susah mempertahankan bahasa daerahnya karena harus beradaptasi. Kedua, perkawinan antaretnis, karena bahasa etnisnya akan dikorbankan. Bahasa pasangannya mungkin juga dikorbankan, lalu memakai bahasa Indonesia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Artinya, 700 lebih bahasa etnis kita semua terancam?

Iya. Yang paling besar penduduknya kan Jawa, itu pun kita lihat yang muda-muda sudah tidak bisa lagi berbahasa Jawa. Artinya, itu terancam juga. Seringkali penghitungan angka-angka itu bias. Orang Jawa jumlahnya berapa, itu dianggap bisa berbahasa Jawa semua. Padahal, kan nggak. Orang Indonesia jumlahnya 250 juta, dianggap semua bisa berbahasa Indonesia. Padahal belum tentu.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut