Kepala P3B Kemendikbud, Sugiyono

Semua Bahasa Daerah Terancam Punah

Kepala Pusat Pengembangan dan Perlindungan Bahasa (P2B) Kemendikbud, Sugiyono
Sumber :
  • Dok. P2B Kemendikbud

Wilayah mana yang paling terancam?

img_title Sekolah Baru untuk Republik

Halmahera dan Papua. Kalau angka pastinya saya harus melihat contekan. Tapi, kalau mau lihat di Atlas yang dibuat UNESCO, Halmahera yang paling banyak.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Apa yang membuat warga tak menggunakan bahasa daerah mereka?

img_title Menjaga Privasi di Dunia Digital: Langkah Mudah Melindungi Data Pribadi Anda

Faktor sosial ekonomi. Ada anggapan dengan hanya menguasai bahasa daerah, peluang ekonominya lebih sempit dibandingkan kalau menguasai bahasa Indonesia. Apalagi, kalau dia menguasai bahasa asing. Oleh karena itu, bahasa itu seperti saling caplok. Bahasa Indonesia dituduh penghancur bahasa daerah. Sementara itu, bahasa asing dituduh sebagai penghancur bahasa Indonesia.

Artinya, faktor ekonomi ikut menggerus bahasa lokal?

img_title Mengapa Soft Skills Menjadi Kunci Utama Kesuksesan Karier di Masa Depan?

Iya, karena prinsip peluang itu. Bahwa dengan menguasai bahasa asing peluangnya lebih terbuka, daripada hanya menguasai bahasa Indonesia. Kalau peluangnya sama, saya kira tidak akan terjadi.

Lalu, apa langkah pemerintah untuk menciptakan peluang yang sama?

Kita sedang mengupayakan agar bahasa Indonesia mempunyai cakupan dan peluang yang sama. Untuk itu, Badan Bahasa mendapat tugas menginternasionalkan bahasa Indonesia. Jadi, suatu saat bahasa internasional ada tujuh. Yang enam sekarang ada di PBB, tambah satu lagi bahasa Indonesia.

Kapan itu?

Pasti lama. Mungkin saya sudah pensiun tiga kali belum jadi. Tapi, itu sudah ada di UU. Pemerintah berkewajiban membuat bahasa Indonesia menjadi bahasa internasional.

Kepala Pusat Pengembangan dan Perlindungan Bahasa (P2B) Kemendikbud, Sugiyono

Ada dua cara melestarikan bahasa etnis. Pertama, dengan konservasi bahasa dan sastra. Kedua, revitalisasi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Apakah pendidikan ikut menggerus bahasa etnis?

UU Pendidikan justru memungkinkan kita mudah menggunakan bahasa daerah. Itu bahkan sejak tahun 1950, lima tahun setelah Indonesia merdeka. Itu sudah ada UU yang mengatur bahwa pembelajaran harus dilaksanakan dalam bahasa Indonesia. Bahasa daerah boleh digunakan untuk pembelajaran tertentu, bahasa asing juga. Artinya, bahasa daerah boleh digunakan dalam pendidikan.

UNESCO mengeluarkan fatwa, pembelajaran di tingkat awal ternyata lebih efektif menggunakan "bahasa ibu". Karena, bahasa ibu ini lebih efektif. Bahasa ibu itu di Indonesia sebagian besar adalah bahasa daerah. Karena, bahasa Indonesia bisa menjadi bahasa ibu, bahasa asing juga bisa menjadi bahasa ibu.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut