Perang Petani Malang Melawan Tikus
- VIVA.co.id/D.A Pitaloka
Produktivitas lahan per hektare dalam kondisi normal mampu mencapai 7,25 ton.
“Asalkan petani menanam dengan kompak di satu hamparan yang sama, akan mengurangi padi yang habis di makan tikus,” katanya.
Selain kompak, petani juga sering menggunakan cara yang diajarkan turun temurun dari petani setempat. Mulai dari mengitari sawah berlawanan dengan arah jarum jam, menyebar buah Bintaro hingga membuat sesaji khusus untuk mengusir tikus di setiap pojoknya.
Petani Kota Malang tak banyak membasmi tikus dengan menggunakan predator alaminya, lantaran harus bersaing dengan pemburu ular dan burung hantu.
“Dulu pernah menyebar ular sebagai predator alaminya, tapi kemudian habis diburu manusia untuk dijual. Petani banyak mempercayai adat lokal karena kalau mereka yakin hasilnya juga bagus,” katanya.
Kota Malang memang bukan lumbung padi Jawa Timur. Produktivitas padi tahun lalu mencapai 6.055 ton padi. Sementara itu, kebutuhan 850 ribu penduduknya mencapai 96.700 ton per kg.
“Kami belum bisa swasembada beras, tetapi kualitas padi Kota Malang jadi salah satu yang terbaik di kelas premium, karena air yang berlimpah dan tanah yang subur,” kata Kepala Dinas Pertanian Kota Malang, Hadi Santoso.
Lahan sawah di Kota Malang terus menyempit akibat tergusur pembangunan. Hadi menyebut, lahan padi aktif sepanjang 2015 seluas 865 hektare terus menyusut dan menyisakan 845,5 hektare pada Maret 2016.
Panen dituntut bertambah
Hal serupa juga terjadi di wilayah Kabuapten Malang. Petani dituntut kreatif dan produktif dengan lahan yang menyempit. Salah satunya, lewat program 1.000 pagupon.
Ide pembangunan pagupon disebar oleh penyuluh lapangan dari Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Malang.
Tahun ini Kabupaten Malang, menargetkan panen padi mencapai 71 ribu hektare panen dengan intensifikasi 45 ribu hektare lahan padi dipanen tiga kali dalam satu tahun.
“Luas lahan padi di Kabupaten Malang sebanyak 45 ribu hektare, targetnya panen mencapai 71 ribu hektare dengan tiga kali panen setahun,” kata Agus Tri Sunandoko, Kabid Produksi Tanam Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Malang.
Program pembangunan 1.000 pagupon adalah satu di antara sejumlah strategi yang diterapkan Dinas Pertanian untuk meningkatkan hasil panen padi tahun ini.