Menhub: Indonesia Bisa Bangun Transportasi Mandiri

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Agus Rahmat

VIVA.co.id – Kementerian Perhubungan dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menandatangani kesepakatan bersama dalam rangka kerja sama pengembangan sistem teknologi nasional di sektor transportasi.

img_title Atasi Kemacetan TB Simatupang dan Wilayah Lain di Jakarta, Kemenhub Ungkap Strateginya

Penandatanganan dilakukan oleh Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, dan Kepala BPPT, Unggul Priyanto, di kantor Kemenhub, Jakarta, Senin, 31 Oktober 2016.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Lingkup kerja sama tersebut meliputi pengkajian dan penerapan teknologi sistem sarana dan prasarana transportasi, peningkatan sumber daya manusia, dan pengembangan teknologi informasi dan teknologi terkait hal lainnya.

img_title Kemenhub Sebut Perpanjangan Rute LRT Jabodebek dan MRT Diserahkan ke Swasta

“Kita akan mendorong teknologi karya anak bangsa dalam rangka mendukung peningkatan keselamatan, keamanan dan pelayanan transportasi nasional,” ujar Budi.

Budi menambahkan, kehadiran teknologi dalam transportasi sangat penting untuk meningkatkan keselamatan, keamanan, dan pelayanan transportasi, serta meminimalkan kealpaan manusia.

img_title Kemenhub Ungkap Nasib Perpanjangan Rute KRL Jabodetabek hingga Karawang

"Saat ini kita masih sangat bergantung dengan teknologi dari luar negeri. Melalui kerja sama ini, saya yakin Indonesia bisa membangun teknologi mandiri dan tidak bergantung kepada pihak asing," katanya.

Sementara itu, Kepala BPPT, Unggul Priyanto mengatakan beberapa penerapan teknologi sektor transportasi yang telah dilakukan diantaranya yaitu penerapan sistem light rapid transit sebagai sistem yang terintegrasi, pengkajian pembangunan kapal dan pelabuhan yang sesuai standar, dan pengembangan prototipe sistem pengamatan penerbangan atau automatic dependent surveillance-broadcast (ADS-B).

"Saat ini teknologi ADS-B telah dipasang dan diuji coba di bandara Ahmad Yani Semarang selama empat tahun dan di Bandara Husein Sastranegara Bandung selama tiga tahun," katanya.

Beberapa kerja sama lainnya yang dilakukan yaitu terkait pengembangan sarana dan prasarana transportasi untuk mendukung aspek keselamatan dan keamanan seperti radar, sistem navigasi berbasis satelit di bandara, peralatan observasi cuaca otomatis, serta sarana prasarana lainnya di sektor darat, laut dan kereta api. (ase)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Laporan: Afra Augesti

 

Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub RI Muhammad Masyhud (kedua kiri)

Kemenhub Gelar Kampanye Keselamatan Pelayaran Bagi Para Nelayan

Kampanye keselamatan pelayaran ini digelar untuk memastikan setiap kapal di bawah GT 7 dilengkapi dengan dokumen status hukum dan alat keselamatan yang memadai.

img_title
VIVA.co.id
25 September 2025
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut