Bumi akan Punya 25 Jam Sehari

Jam kiamat yang diberlakukan ilmuwan Bulletin of the Atomic Scientists
Sumber :
  • RT

VIVA.co.id – Peneliti yakin jika saat ini orbit bumi mulai melambat. Jika semakin melambat, ini akan mengakibatkan siang hari berlangsung semakin panjang. Maka dari itu, ke depan, bumi tidak lagi memiliki waktu 24 jam dalam sehari, melainkan 25 jam.

img_title Arafah, Miniatur Padang Mahsyar: Tempat Kesetaraan dan Pertanggungjawaban Diri

Prediksi ini diutarakan ilmuwan setelah melakukan penelitian terhadap orbit bumi. Sayangnya, butuh waktu lama bagi bumi untuk bisa menerapkan 25 jam sehari, yakni sekitar 200 juta tahun lagi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Ini merupakan proses yang sangat lambat jika dibandingkan dengan keadaan orbit matahari beberapa ratus tahun sebelum masehi," ujar peneliti dari Durham University dan Nautical Almanac Office di Inggris, Leslie Morrison, seperti dikutip dari Mirror.co.uk, Kamis, 8 Desember 2016.

img_title Prediksi Peramal India Salah, 29 Juni 2024 Tidak Terjadi Kiamat

Dikatakan Morrison, waktu di dunia bertambah panjang, sekitar dua milisecond setiap 100 tahun. Jadi, untuk mendapatkan ekstra satu menit, butuh waktu sekitar 6,7 juta tahun.

"Prediksi ini adalah rata-rata karena tekanan geofisika yang beroperasi di rotasi bumi tidak selalu harus konstan selama waktu yang lama," kata Morrison.

img_title Heboh! Peramal Asal India Prediksi Hari Kiamat Terjadi pada 29 Juni 2024

Dalam penelitian ini, kata Morrison, mereka membandingkan fenomena orbit yang terjadi antara 720 sebelum masehi sampai 2015. Ini dibandingkan untuk bisa mendapatkan perkiraan yang masuk akal.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Meskipun perhitungan ini masih mentah, kita bisa melihat perbedaan yang konsisten antara perhitungan dimana dan kapan gerhana benar-benar bisa terlihat," ujar Morrison, yang pernah menjabat sebagai astronom di Royal Greenwich Observatory.

Morrison yakin, ada banyak hal yang mempengaruhi rotasi bumi. Salah satunya adalah perubahan bentuk dari planet bumi yang diiperkirakan tak seperti dulu akibat dari melelehnya gunung es. (ase)

Warga beramai-ramai menggali emas di pinggiran Sungai Efrat yang mulai mengering

Warga Berburu Emas di Sungai Efrat yang Mengering, Hari Kiamat Sudah Dekat?

Warga Albouhamdi di timur Al-Raqqah, Suriah, melaporkan penemuan mineral berkilau menyerupai emas di sepanjang tepian kering Sungai Efrat.

img_title
VIVA.co.id
6 Agustus 2025
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut