Waktu Bongkar Muat di Indonesia Masih Labil

Ilustrasi kapal kargo.
Sumber :
  • REUTERS/Darren Whiteside

VIVA.co.id – Lembaga Ilmu Penelitian Indonesia menyatakan, waktu bongkar muat, alias dwelling Time di beberapa pelabuhan di Indonesia memang sudah mulai turun. Namun, penurunannya dinilai masih belum optimal atau belum mencapai target yaitu di bawah dua hari. 

img_title Kemendag Ungkap IEU-CEPA Bakal Sumbang 0,04 Persen ke Ekonomi RI

Peneliti Pusat Penelitian Ekonomi LIPI, Panky Tri Firmansyah mengatakan, waktu bongkar muat di pelabuhan besar di Indonesia masih naik turun. Kendati demikian, Ia masih yakin waktu ini bisa lebih dipercepat untuk mengoptimalkan daya saing logistik nasional.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Dwelling time itu kadang naik dan turun, tapi dalam posisi terendah pun tidak sampai dua hari, itu bahkan pada saat kondisi pelabuhan itu sepi," kata Panky di kantornya, Jumat 25 Agustus 2017. 

img_title Surplus Neraca Dagang April 2025 Terendah dalam 60 Bulan, BPS Ungkap Biang Keroknya

Ia mengatakan, program tol laut yang merupakan ujung tombak penurunan disparitas harga di daerah, perlu dukungan pengelolaan pelabuhan seperti dwelling time. Sehingga disparitas harga bisa ditekan secara maksimal.

"Kenyataannya, pada titilk spot yang kita ambil yang jauh dari pelabuhan itu disparitas masih ada. Itu makanya infrastruktur itu perlu, jadi ujung tombak itu harus ditarik dulu ke infrastruktur," katanya. 

img_title BPS Tiba-tiba Umumkan Ubah Jadwal Rilis Ekspor-Impor, Ada Apa?

Di satu sisi, ia juga menekankan pentingnya  pemerintah untuk meningkatkan pelayaran rakyat. Dengan kerja sama antara swasta dan pemerintah, Ia mengatakan, pelayaran di tanah air dapat terus didorong.

"Kenapa pelayaran rakyat perlu didorong, ini. Karena ada kesempatan, bahwa perusahaan besar banyak yang memasukkan ke distribusi itu ke pelayanan rakyat, pelayaran rakyat itu juga potensial, satu untuk menyerap tenaga kerja, juga mengurangi cost product," katanya.

Ketum Kadin, Anindya Bakrie; Dubes India untuk RI, Sandeep Chakravorty

Anindya Bakrie Targetkan Perdagangan RI-India Tembus US$50 Miliar

Anindya Bakrie dan Dubes Sandeep membahas perkembangan sejumlah working group yang telah disepakati di 'CEO Forum Indonesia-India' pada Januari 2025 lalu.

img_title
VIVA.co.id
29 Agustus 2025
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut