Di Mal, Masyarakat Lebih Suka Kuliner Dibanding Belanja

Ilustrasi belanja kuliner.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Linda Hasibuan

VIVA.co.id – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas menilai, melemahnya ritel konvensional dalam beberapa tahun terakhir, terjadi karena ada pergeseran pola belanja. Masyarakat yang cenderung lebih berhati-hati dalam membelanjakan uangnya, juga menjadi alasan.

img_title Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Selangkah Lagi Jadi Milik Indonesia?

Direktur Perencanaan Makro dan Analisis Statistik Kementerian PPN/Bappenas, Amalia Adininggar Widyasanti, menjabarkan secara rinci beberapa faktor yang membuat industri ritel konvensional terpukul. Salah satunya, adalah perubahan stigma masyarakat yang menganggap mal tidak lagi sebagai pusat perbelanjaan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Sekarang orang ke mal tujuan utama pada umumnya untuk kuliner. Mal yang menyediakan variasi makanan banyak akan laris. Kalau mau belanja barang branded, mereka belanja di luar negeri sekalian biasanya,” kata Amalia, melalui pesan singkatnya kepada VIVA.co.id, di Jakarta, Jumat 29 September 2017.

img_title Ocean Centre Indonesia Targetkan Akselerasi Pengembangan Ekonomi Biru Berkelanjutan

Selain itu, pengeluaran masyarakat saat ini lebih terukur, untuk mencapai suatu keinginan tertentu. Bappenas menyebut, beberapa kalangan menengah ke bawah sudah menganggap keperluan berlibur menjadi suatu kebutuhan, yang memang harus dilakukan.

“Masyarakat kita juga sudah mulai bergeser untuk menambah pengeluaran di leisure  (kenyamanan). Beberapa pengeluaran untuk pembelian barang-barang yang kurang penting, mereka kurangi,” katanya.

img_title Jumlah Penduduk RI Tembus 286,69 Juta Jiwa per Juni 2025, Bertambah 1,7 Juta dalam Enam Bulan

Belum lagi, dia melanjutkan, kondisi ini ditambah dengan pergeseran pola belanja masyarakat yang cenderung mengarah pada belanja online. Bahkan, tak sedikit di antara mereka lebih memilih berbelanja di pusat perbelanjaan skala menengah seperti minimarket maupun pusat perbelanjaan sejenisnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Maka dari itu, industri ritel diharapkan bisa semakin beradaptasi dengan perubahan gaya berbelanja masyarakat. Industri ritel, terutama yang konvensional, pun harus bisa membaca indikasi perubahan gaya berbelanja masyarakat, agar mampu merencanakan strategi yang tepat.

“Industri harus semakin adaptif terhadap kebutuhan dan gaya belanja konsumen Indonesia. Sediakan delivery service yang memadai dan cepat tanggap, belanja melalui aplikasi, dan manjakan konsumen dengan teknologi,” katanya. 

Petugas PLN saat memeriksa meteran listrik di suatu rumah susun di Jakarta.

Pemerintah Putuskan Tarif Listrik sampai Desember 2025 Tidak Naik

Kementerian ESDM memutuskan, tarif listrik bagi pelanggan PLN di kuartal IV-2025 (Oktober-Desember 2025), tidak mengalami kenaikan.

img_title
VIVA.co.id
24 September 2025
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut