Menkeu: Teknologi Harus Dimanfaatkan Atasi Ketimpangan

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati
Sumber :
  • VIVA.co.id/Fikri Halim

VIVA – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengingatkan, teknologi memiliki potensi dan tantangan bagi perekonomian Indonesia dan global. Kemajuan teknologi perlu dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas.

img_title Anies: Ketimpangan di Indonesia Tidak Bisa Dibiarkan, Ekstrem!

Menurut dia, pengembangan teknologi juga sangat penting bagi perekonomian dalam negeri, agar dapat mendukung pertumbuhan ekonomi dan tentunya mengatasi kemiskinan serta ketimpangan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Untuk itu, Ani panggilan akrab Sri Mulyani menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai jawaban atas tantangan perubahan teknologi yang semakin cepat.

img_title Singgung Ketimpangan, Anies Tampilkan Foto Indonesia Timur Gelap saat Malam Hari

"Bagaimana kami sebagai policy maker merespons perubahan teknologi ini untuk meng-address risiko kesenjangan antarsektor, kelompok ekonomi dan karena teknologi digital divide," ujar Ani di JCC, Jakarta, Kamis 7 Desember 2017.

Ia menjelaskan, di kota besar teknologi bisa menjadi sesuatu yang bermanfaat untuk mengatasi ketimpangan. Misalnya saja, pengembangan sektor transportasi berbasis aplikasi. Ini membuat kompetisi di Kota Jakarta, misalnya menjadi lebih dinamis.

img_title Bank Dunia Sebut Subsidi Energi Tak Efektif Kurangi Tingkat Kemiskinan di RI

"Di Jakarta, teknologi membuat hidup lebih baik ada Go-jek, Grab. Membuat, dinamisnya kompetisi," ujar dia dalam Annual International Forum on Economic Development and Public Policy (AIFED).

AIFED merupakan kegiatan tahunan yang dilaksanakan atas kerja sama Kementerian Keuangan dengan Pemerintah Australia melalui Australia Indonesia Partnership for Economic Governance (AIPEG), dan Asian Development Bank, serta dukungan dari Asian Development Bank Institute.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

AIFED menghadirkan pembicara terkemuka yang berlatar belakang akademisi dari institusi internasional. Untuk tahun ini, dua keynote speaker yang dihadirkan adalah Prof. Kaushik Basu dari Cornell University dan Prof. Ricardo Hausmann dari Harvard Kenedy School of Government. Acara ini digelar selama dua hari, 7-8 Desember 2017.

"Kami harap dalam dua hari meeting ini, kami akan dapat pemikiran bagaimana suatu system policy. Jadi, pemerintah bisa belajar," tutur Sri Mulyani. (art)

Massa membakar dua unit bus polisi di markas gegana

Sosiolog: Ketimpangan Sosial Jadi Pemicu Aksi Anarkis dan Penjarahan

"Masyarakat mulai gerah dengan itu. Ada gap kesejahteraan antara masyarakat dengan pejabat," kata Sosiolog

img_title
VIVA.co.id
1 September 2025
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut