Kurangi Dwelling Time, Balai Karantina Ikan Terbitkan e-Cert

Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu (BKIPM) dan Keamanan
Sumber :

VIVA – Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Ikan Perikanan, atau BKIPM menerbitkan sertifikasi elektronik, e-Cert, untuk mengurangi waktu bongkar muat di pelabuhan/dwelling time, serta mengantisipasi adanya dokumen atau sertifikat palsu pada proses perdagangan ekspor dan impor.

img_title Cegah Kebocoran dan Underinvoicing Ekspor-Impor, Purbaya Siapkan Pusat Intelejen IT

Kepala Balai Besar BKIPM Jakarta I, Habrin Yake mengatakan e-Cert ini sebenarnya sudah lama berjalan, bekerja sama dengan Belanda sebagai mitra perdagangan yang dilakukan kedua negara selama ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Untuk percepatan atau pun efesiensi waktu ini kita lihat secara real time dalam melihat keabsahan, sertifikat ekspor impor ke Belanda. Juga bisa mengurangi waktu dwelling time. Maka, kami terbitkan e-Cert ini," kata Habrin di Tangerang, Selasa 19 Desember 2017.

img_title Anindya Bakrie Targetkan Perdagangan RI-India Tembus US$50 Miliar

Dengan e-Cert ini, kata Habrin, petugas karantina bisa dengan cepat melakukan analisis risiko dan importir atau eksportir bisa memperoleh sertifikatnya lebih awal. Di samping itu, e-Cert ini bisa menggantikan peran manifest pada proses impor ataupun ekspor barang.

"E-Cert ini, tentunya harus lebih kita sempurnakan, terutama pada jaringan internet yang terkadang mengalami gangguan. Nantinya, akan kita antisipasi dengan memperkuat jaringan," ujarnya.

img_title Kemendag Ungkap IEU-CEPA Bakal Sumbang 0,04 Persen ke Ekonomi RI

Hibran menambahkan, penerapan e-Cert ini nantinya tidak saja bagi negara-negara Uni Eropa, seperti Belanda, tetapi juga akan dikembangkan untuk negara-negara lainnya. "Ini kan hubungan bilateral, jadi nantinya kita akan rencanakan, tidak saja dengan anggota Uni Eropa tapi, bisa juga dengan anggota Asean seperti Singapura," terangnya. (asp)

Ilustrasi kontainer

Pembongkaran Paksa 15 Kontainer Tujuan Ekspor ke Singapura Jadi Sorotan

Insiden pembukaan secara paksa segel 15 kontainer dari 25 kontainer tujuan ekspor ke Singapura pada Minggu 24 Mei 2026 mendapat sorotan publik. Baca berita selengkapnya

img_title
VIVA.co.id
24 Mei 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut