PM Inggris: Lebih Baik 'Mati' daripada Menunda Brexit

London, Inggris.
Sumber :
  • ibtimes.co.uk

VIVA – Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengatakan, ia “lebih baik mati di parit” daripada menunda Brexit lebih dari bulan depan. Seperti diketahui Inggris sedang dalam proses keluar dari Uni Eropa. 

img_title Tarif Whoosh Oktober Diskon hingga Rp 50.000, Catat Ketentuannya

Pekan ini anggota parlemen di House of Commons telah mengesahkan rancangan undang-undang, yang bisa menghentikan langkah Johnson untuk membawa Inggris keluar dari Uni Eropa tanpa kesepakatan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, anggota parlemen juga menolak seruan Johnson untuk mengadakan pemilihan lebih cepat, guna menyelesaikan kebuntuan politik selama tiga tahun terakhir sejak referendum Brexit.

img_title Dibuka Menghijau, IHSG Bakal Rebound Seiring Penguatan Bursa Asia

"Saya lebih baik ‘mati di parit’ daripada meminta penundaan Brexit kepada Uni Eropa. Kita harus keluar dari UE pada 31 Oktober," kata Johnson seperti dikutip dari Channel News Asia, Jumat 6 September 2019.

Awal pekan ini, parlemen dari kelompok oposisi mengalahkan pemerintah Inggris dalam pembicaraan tingkat pertama untuk membahas UU mencegah no-deal Brexit. Hasil pemungutan suara yaitu 328 berbanding 301, yang berarti mereka bisa melanjutkan pembicaraan RUU yang mengupayakan perpanjangan tenggat waktu Brexit.

img_title Purbaya Pastikan Anggaran Subsidi dan Kompensasi Energi 2025 Cair Per Oktober

PM Boris Johnson menyatakan UU yang digodok parlemen itu akan cenderung dikontrol oleh parlemen, termasuk soal negosiasi Brexit dengan Uni Eropa. Dia mengatakan, ada potensi karena itu akan mengusahakan dilakukan pemilu dini pada Oktober mendatang.

Dengan kondisi tersebut, Pemilu Inggris akan memiliki wewenang untuk mengambil alih hal-hal terkait Brexit. Mereka akan diberi kesempatan menyosialisasikan RUU yang akan memaksa PM Inggris untuk diundurkan tenggat waktunya hingga 31 Januari 2020, kecuali parlemen menyepakati keputusan baru atau melakukan pemungutan suara lagi pada 19 Oktober 2019.

Ilustrasi Shell

Harga BBM Shell Naik Per 1 Oktober 2025, Catat Rinciannya

Harga Shell Super naik menjadi Rp 12.890 per liter, dari sebelumnya Rp 12.580 per liter pada September 2025 lalu.

img_title
VIVA.co.id
1 Oktober 2025
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut