Trump soal Kebijakan Tarif AS: Kami Ingin Buat Tank, Bukan Kaos Oblong

Presiden AS Donald Trump di Forum Dewan Kerjasama Negara Arab di Teluk (GCC)
Sumber :
  • AP Photo/Alex Brandon

Washington, VIVA – Presiden AS Donald Trump mengatakan pada hari Minggu, 25 Mei 2025, bahwa kebijakan tarifnya ditujukan untuk mempromosikan produksi tank dan produk teknologi dalam negeri, bukan sepatu kets dan kaos.

Penembakan Massal saat Misa di Sekolah Katolik AS, 2 Anak Tewas 17 Luka-luka

Berbicara kepada wartawan sebelum menaiki Air Force One di New Jersey, Trump mengatakan dia setuju dengan komentar Menteri Keuangan Scott Bessent pada 29 April lalu bahwa AS tidak serta-merta membutuhkan industri tekstil yang sedang berkembang pesat, komentar itu lantas menuai kritik dari Dewan Nasional Organisasi Tekstil.

"Kami tidak berniat membuat sepatu kets dan kaus oblong. Kami ingin membuat peralatan militer. Kami ingin membuat hal-hal besar. Kami ingin membuat, melakukan hal-hal yang berkaitan dengan AI," kata Trump, dikutip dari The Business Standard, Senin 26 Mei 2025.

AS Bakal Perpendek Durasi Visa untuk Mahasiswa-Jurnalis, Alasannya Keamanan dan Tak Jadi Beban Negara

VIVA Militer: Presiden Amerika Serikat, Donald Trump

Photo :
  • US Air Forces/Staff Sgt. Sergio A. Gamboa

"Sejujurnya, saya tidak berniat membuat kaus. Saya tidak berniat membuat kaus kaki. Kami dapat melakukannya dengan sangat baik di lokasi lain. Kami berniat membuat chip, komputer, dan banyak hal lainnya, serta tank dan kapal," lanjut Trump.

Bursa Asia Melemah Sebagian saat Wall Street Moncer dan India Jadi Sorotan Investor

Asosiasi Pakaian dan Alas Kaki Amerika pun menanggapi pernyataan Trump bahwa tarif tidak baik untuk industri.

"Dengan 97 persen pakaian dan sepatu yang kita kenakan diimpor, dan pakaian serta sepatu sudah menjadi industri yang paling banyak dikenai bea masuk di AS, kita perlu fokus pada solusi yang masuk akal yang dapat menggerakkan perubahan," kata Presiden AAPA Steve Lamar dalam sebuah pernyataan.

"Lebih banyak bea masuk hanya akan berarti biaya input yang lebih tinggi bagi produsen AS dan harga yang lebih tinggi yang akan merugikan konsumen berpendapatan rendah."

Trump, yang telah mengguncang pasar dunia dengan penerapan tarif yang luas, menghidupkan kembali retorika perdagangannya yang keras pada hari Jumat, 23 Mei 2025, ketika ia mendorong tarif sebesar 50 persen pada barang-barang Uni Eropa mulai 1 Juni dan memperingatkan Apple bahwa ia mungkin akan mengenakan pungutan sebesar 25 persen pada semua iPhone impor yang dibeli oleh konsumen AS.

Namun, ia mengurangi ancaman Uni Eropa pada Minggu, 25 Mei 2025 dengan memperpanjang  batas waktu tarif tersebut hingga 9 Juli untuk memungkinkan pembicaraan antara Washington dan blok beranggotakan 27 negara tersebut.

Sebagai informasi, Trump memenangkan pemilihan presiden AS tahun 2016 dan 2024 sebagian dengan menarik perhatian pemilih kelas pekerja yang dirugikan oleh hilangnya pekerjaan manufaktur AS selama bertahun-tahun.

Ia telah berupaya menepati janjinya untuk meningkatkan manufaktur dengan tarif impor dan menggembar-gemborkan investasi oleh perusahaan dan negara asing ke Amerika Serikat, bahkan ketika ekonomi AS masih bergantung pada rantai pasokan dengan negara lain di mana banyak barang, termasuk tekstil, diproduksi dengan biaya lebih murah.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya