AS Dinilai Manfaatkan Israel untuk Serang Iran, Ini Alasannya

Serangan Balasan Iran ke Israel
Sumber :
  • (Foto AP/Baz Ratner)

Jakarta, VIVA - Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia (UI) Hikmahanto Juwana menilai Amerika Serikat (AS) seperti memanfaatkan Israel sebagai proksi untuk menyerang Iran. Menurut dia, ada dua alasan Iran mesti diserang.

Gus Yahya Minta Maaf Undang Akademisi Pro-Israel Peter Berkowitz Jadi Narasumber

Hikmahanto menganalisa yang pertama karena Iran dianggap sebagai kekuatan di belakang Hamas, Hizbullah, Houthi yang menyerang Israel.

Alasan kedua karena Iran memiliki program pengembangan nuklir yang dikhawatirkan akan digunakan untuk menyerang Israel.

Jurnalis Valerie Zink Curhat Mundur dari Reuters, Tuding Medianya Propagandis Israel

Dia menganalisa demikian karena merujuk pernyataan Presiden AS Donald Trump terkait perundingan kesepakatan nuklir Iran.

Pakar Hukum Internasional Hikmahanto Juwana

Photo :
  • ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari
18.489 Pelajar dan Ratusan Guru Palestina Tewas Akibat Serangan Israel

Ia menyebut jika AS yang melakukan serangan langsung ke Iran maka tak punya basis hukum dan bakal memantik kecaman dunia.

“Hanya saja kalau Amerika Serikat melakukan serangan langsung ke Iran, tentu ini tidak mempunyai basis hukum. Dan, juga bahwa yang dilakukan oleh AS ini akan menjadi kritikan bagi masyarakat internasional,” kata Hikmahanto dikutip dari Antara, Jumat, 20 Juni 2025.

Dia menilai juga bakal terjadi perang dunia ketiga jika AS benar-benar menyerang Iran.

Meski demikian, menurut dia, masih ada satu hal yang bisa dilakukan untuk mencegah perang. Hal itu terutama mencegah AS untuk menyerang Iran yaitu dengan kekuatan rakyat.

“Kalau rakyat di mana-mana mereka demo dan lain sebagainya. Itu nanti akan diviralkan. Akhirnya takut juga Trump untuk tidak melakukan itu (menyerang Iran),” ujar Hikmahanto

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengatakan kepada para pejabat senior AS sudah menyetujui rencana untuk menyerang Iran. 

Namun, Trump belum beri perintah final tentang pelaksanaannya. Trump masih menunggu langkah Iran untuk menghentikan program nuklirnya. (Ant)

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya