Diserang Bertubi-tubi, Presiden Brasil 'Marah'

Presiden Brasil, Dilma Rousseff.
Sumber :
  • REUTERS/Joedson Alves

VIVA.co.id – Presiden Brasil Dilma Rousseff menyatakan kemarahannya atas upaya pemakzulan terhadap dirinya. Berbicara di depan Majelis Rendah (DPR), ia mengatakan tidak melakukan kesalahan atas tuduhan memanipulasi rekening pemerintah dan terlibat dalam korupsi.

Bahas Gaza, Prabowo dan Presiden Lula Sepakat Dorong Two State Solution

Mengutip situs BBC, Selasa, 19 April 2016, meskipun marah, dia tetap berbicara tenang dan berkata akan melawan ketidakadilan yang dihadapinya.

"Saya memiliki semangat, kekuatan dan keberanian, karena saya tidak melakukan tindakan kesalahan yang memicu pemakzulan seperti saat ini," ujar Rousseff.

Prabowo Sebut Presiden Brasil Bakal Boyong Ratusan Pengusaha ke Indonesia

Ia berpendapat bahwa presiden sebelumnya juga terlibat manuver keuangan seperti yang dituduhkan kepadanya, namun tidak ada yang pernah menemukan kesalahan itu.

Rousseff juga mengatakan, tindakan pemakzulan atas dirinya dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak bisa memperoleh jabatan tinggi secara demokratis.

Singgung Konferensi Asia-Afrika Bandung, Presiden Lula: BRICS Pewaris Gerakan Non-Blok

Ia pun optimistis tidak akan kalah terhadap tekanan untuk mundur sebagai presiden. DPR Brasil, pada Minggu, mendorong gerakan pemakzulan terhadap presiden wanita pertama Brasil itu untuk ditindaklanjuti ke tahapan Majelis Tinggi (Senat).

Namun, sumber dari Istana Presiden Brasil mengatakan, pada Senin, Rousseff telah membatalkan perjalanan ke New York, di mana dia dijadwalkan akan menghadiri acara PBB pekan ini.

Laporan: Dinia Adrianjara

Presiden Brasil Lula da Silva di rapat pleno KTT BRICS 2025

Dikenakan Tarif 50 Persen, Presiden Brasil Ogah Telepon Trump

Presiden Brasil Lula da Silva tidak akan menghubungi Presiden AS Donald Trump untuk membahas masalah tarif 50 persen

img_title
VIVA.co.id
6 Agustus 2025