Presiden Baru Brasil Dipermalukan Saat Pidato di Sidang PBB

Presiden baru Brasil, Michel Temer.
Sumber :
  • Reuters/Ueslei Marcelino

VIVA.co.id – Presiden baru Brasil, Michel Temer, dipermalukan oleh para pemimpin delegasi negara-negara Amerika Latin, yaitu Venezuela, Kuba, Bolivia, Ekuador, dan Nikaragua. Insiden itu terjadi saat Terner sedang berpidato di Sidang Umum PBB di New York, AS, pada Selasa waktu setempat.

img_title Usai Divonis 27 Tahun Penjara, Eks Presiden Brasil Bolsonaro Dirawat di RS Alami Cegukan dan Muntah-muntah

Ketika itu, para pemimpin delegasi negara-negara Amerika Latin serentak meninggalkan ruang sidang PBB. Temer adalah Presiden pengganti Dilma Roussef  – yang dimakzulkan oleh parlemen Brasil setelah dituduh korupsi dan melakukan kesalahan pengelolaan fiskal.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, Temer membela diri. Ia mengatakan pemakzulan adalah contoh demokrasi dan bukan urusan yang sepele dalam rejim demokratis. "Tak ada demokrasi tanpa aturan hukum, tanpa aturan yang berlaku pada semua orang, termasuk yang paling berkuasa sekali pun. Dan inilah yang ingin ditunjukkan Brasil pada seluruh dunia," ujarnya.

img_title Selain Hukuman Penjara, Eks Presiden Brasil Bolsonaro Dilarang Berpolitik Selama 8 Tahun

Dikutip dari VOA, Rabu, 21 September 2016, Duta Besar Venezuela untuk PBB Rafael Ramirez mengatakan mereka tidak mengakui Temer. "Ia adalah presiden tidak sah yang merupakan produk kudeta. Kami tidak mengakuinya," ujar Ramirez.

Senada dengan Venezuela, Diplomat Ekuador, Carola Iniguez, mengatakan delegasi negaranya meninggalkan sidang untuk memprotes situasi politik di Brasil.

img_title Eks Presiden Brasil Bolsonaro Dihukum 27 Tahun 3 Bulan Penjara karena Rencana Kudeta

(ren)

Mantan Presiden Brasil Jair Bolsonaro (tengah)

Eks Presiden Brasil Jair Bolsonaro Didiagnosa Derita Kanker Kulit

Bolsonaro (70) masuk rumah sakit di Brasilia pada Selasa setelah muntah-muntah dan tekanan darahnya rendah.

img_title
VIVA.co.id
18 September 2025
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut