Sungai Cikeas Dipenuhi Tumpukan Sampah Bambu

Sampah bambu di Sungai Cikeas
Sumber :

VIVA – Musim hujan segera tiba. Ancaman banjir mulai terjadi di hulu sungai di Bekasi. Ancaman banjir semakin mengkhawatirkan karena sampah memenuhi hulu sungai.

img_title Wali Kota Tri Adhianto: Bekasi Hari Ini Lumpuh

Seperti yang terjadi di Bendung Koja, Kota Bekasi, Kamis 10 Oktober 2019. Tumpukan sampah jenis bambu itu menutup bibir Sungai Cikeas hingga 100 meter.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Seluruh sampah ini terjadi akibat dorongan air dari hulu Sungai Cikeas. Sebab, saat itu kondisi tinggi permukaan air sudah mencapai 175 sentimeter, akibat intensitas hujan yang tinggi.

img_title Pasien di RSUD Kota Bekasi Dievakuasi Imbas Terendam Banjir

"Tumpukan sampah ini sudah terlihat sejak Kamis pagi," kata Koordinator Komunitas Peduli Sungai Cikeas-Cileungsi, Puarman Kahar, kepada VIVAnews, Kamis 10 Oktober 2019.

Hanya saja, ia belum mengetahui secara pasti dari mana seluruh sampah tersebut. Sebab, dia menduga kiriman itu ada yang datang dari wilayah Bogor dan sebagian ada juga berasal dari Kota Bekasi. "Kemungkinan bisa berasal dari Bogor dan Bekasi," tuturnya.

img_title Viral! Oknum Satpol PP Kota Bekasi Diduga Pungli PKL

Namun, di waktu yang bersamaan, kata Puarman, untuk ketinggian Sungai Cileungsi, kata Puarman nasih normal yakni 60 sentimeter. Namun, untuk kondisi air di Sungai Cikeas sudah 175 sentimeter.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Pertemuan dua sungai itu berada di Pondok Gede Permai, Kota Bekasi," katanya.

Saat ini, kondisi tumpukan di Bendung Koja, kata Puarman, tengah dilakukan pembersihan bersama petugas dari Dinas Lingkungan Hidup setempat. Sebab, bila tidak ditangani bakal berpotensi banjir. "Ada beberapa wilayah yang terancam banjir bila sampah ini tidak diangkut," ungkapnya.

Ilustrasi kebocoran gas.

Bau Gas Misterus di Bekasi, PGN Bantah Ada Kebocoran Pipa

Bau menyengat menyerupai gas tercium di wilayah Kota Bekasi, sejak Jumat, 18 April 2025, malam.

img_title
VIVA.co.id
19 April 2025
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut