Nahdlatul Ulama Pilih Netral di Pilkada DKI

Para calon gubernur dan wakil gubernur untuk Pilkada DKI Jakarta 2017.
Sumber :
  • Istimewa

VIVA.co.id – Katib Syuriyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta KH Ahmad Zahari memastikan NU DKI akan bersikap netral di Pilkada DKI Jakarta 2017 mendatang.

img_title Sosok Gus Irfan, Cucu Pendiri NU yang Resmi Dilantik Prabowo Jadi Menteri Haji

PWNU  DKI kata dia, mempersilakan kepada warga Jakarta untuk menggunakan hak pilihnya dalam Pilkada DKI Jakarta sebaik-baiknya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kiai Zahari menegaskan PWNU DKI tidak akan mengarahkan masyarakat untuk memilih salah satu calon manapun di Pilkada DKI. Masyarakat diberikan kebebasan untuk memilih calon sesuai dengan haknya.

img_title Prabowo Nyaman di Tengah PKB, Kenang Kedekatan dengan Gus Dur

"Jadi kalau ada pengurus harian NU DKI Jakarta mengarahkan masyarakat untuk memilih calon a, b, atau c, yakinlah bahwa itu adalah pandangan pribadi, tidak mewakili lembaga NU. Jadi sikap PWNU DKI jelas, tidak memihak pada calon manapun," kata Ahmad Zahari dilansir NU.or.id, Selasa, 11 Oktober 2016.

PWNU DKI Jakarta lanjut Kiai Zahari, hanya mengajak warga Jakarta untuk berkontribusi aktif dalam Pilkada DKI Jakarta. Warga Jakarta diharapkan menggunakan hak pilihnya pada tanggal pemilihan yang telah ditetapkan. "Pilihlah calon gubernur dan wakil gubernur sesuai pilihan hati masing-masing," ujarnya.

img_title Peringati Tahun Baru Islam 1447 H, Tokoh NU Kiai Ali Ajak Generasi Muda Ambil Peran Penting Dalam Transformasi Bangsa

Kiai Zahari menambahkan Nahdlatul Ulama sejak didirikan oleh para kiai pendahulu hanya memiliki dua agenda besar. Pertama, nahdlatul ibadah (kebangkitan ibadah) yang terwujud dalam pendidikan pesantren dan pembinaan aqidah ahlusunnah wal jamaah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kedua, nahdlatul iqtishadiyyah (kebangkitan ekonomi) yang tertuang dalam program pemberdayaan ekonomi masyarakat.

"Tidak ada sama sekali niatan para pendahulu untuk mengurusi politik praktis seperti dukung-mendukung calon," ucapnya. Karenanya tidak bisa individu pengurus PWNU DKI Jakarta mengarahkan masyarakat untuk mendukung salah satu paslon dalam Pilkada.

Musala di Ponpes Al Khoziny Sidoarjo ambruk menimpa ratusan santri

Profil Ponpes Al Khoziny Buduran, Sudah Berusia Satu Abad

Ponpes Al Khoziny Buduran Sidoarjo berdiri lebih dari 1 abad. Pesantren ini lahirkan banyak ulama besar dan jadi bagian penting sejarah pendidikan Islam di Jawa Timur.

img_title
VIVA.co.id
1 Oktober 2025
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut