Soal Pidana Selasar BEI Roboh, Polisi Tunggu Hasil Labfor

Petugas menutup Gedung Bursa Efek Indonesia
Sumber :
  • REUTERS/Darren Whiteside

VIVA – Polri masih menunggu hasil penelitian dari laboratorium forensik (labfor) untuk menentukan apakah ada tindak pidana dalam kasus robohnya selasar gedung Bursa Efek Indonesia atau BEI. 

img_title Short Selling Bakal Diberlakukan Akhir September 2025, BEI Ungkap Tujuannya

"Belum masih nunggu (hasil Labfor)," kata Kadiv Humas Polri Inspektur Jenderal Polisi Setyo Wasisto di Mapolda Metro Jaya, Jumat, 19 Januari 2018.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Setyo mengemukakan, tim labfor sudah mengambil semua yang dibutuhkan dalam penyelidikan, yaitu penyangga dan sling selasar. "Sudah diambil semua dan kemudian diadakan penelitian di labfor. Labfor melihat apakah ada logam yang mengalami korosi atau tidak dan segala macam harus ditentukan di labfor," katanya.

img_title BEI Bukukan Laba Bersih Rp 673 Miliar di Tahun 2024

Ia tidak dapat memastikan berapa lama waktu yang dibutuhkan labfor untuk menyelidiki temuan tersebut. Saat ini, polisi sudah selesai melakukan penyelidikan di lokasi kejadian. 

Terkait dibuka atau tidaknya loksi kejadian, menurut Setyo, tergantung kebijakan manajemen gedung. "Saya dapat informasi kemarin ada komunikasi dengan ibu Farida (pengelola gedung) bahwa building management ingin memastikan dan meyakinkan gedung dalam keadaan safety," ujarnya.

img_title Raup Rp 69,96 Miliar Hasil IPO, Cipta Sarana Medika Renovasi dan Bangun Gedung RS Baru

Lantaran itu, tower II gedung tersebut belum bisa digunakan sepenuhnya. "Tapi bukan ranah polisi. Itu ranah dari building management," katanya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Untuk pemeriksaan terhadap pengelola, Setyo menyebutkan, akan dilakukan usai penelitian dari Labfor. "Itu tahapan selanjutnya. Nanti juga ada ahli diperiksa," katanya.

Sebelumnya, selasar penghubung di tower II Gedung BEI roboh, Senin, 15 Januari 2018. Dikabarkan, setidaknya 73 orang mengalami luka-luka. 
 

Kantor pusat PLN

PLN Raup Pendapatan Rp 281 Triliun di Semester I-2025, Penjualan Listrik Naik 4,53 Persen

PLN melaporkan pendapatan sebesar Rp 281 triliun pada semester I-2025, atau meningkat dibanding periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp 262 triliun.

img_title
VIVA.co.id
2 Oktober 2025
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut