Dirut Jiwasraya Ungkap Penyebab Tak Bisa Bayar Polis Nasabah Tahun Ini

Jiwasraya
Sumber :
  • ANTARA FOTO

VIVA – Direktur Utama Jiwasraya, Hexana Tri Sasongko, menjelaskan alasan gagal membayar polis asuransi para nasabahnya. Di antaranya karena kesalahan strategi berinvestasi menggunakan reksadana saham.

Semester I-2025, MSIG Life Bayarkan Klaim Kesehatan dan Meninggal Dunia Rp 480 Miliar

"Saham-saham yang nilainya Rp50 ribu banyak sekali. Bahkan suspend banyak sekali," kata Hexana dalam rapat bersama komisi VI DPR, di kompleks parlemen, Jakarta, Senin 16 Desember 2019.

Menurutnya, seharusnya skema investasi mereka menggunakan obligasi pemerintah. Ia pun mengakui rasio kecukupan modal atau Risk Based Capital (RBC) Jiwasraya minus 805 persen. Adapun Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengatur modal minimum perusahaan asuransi sebesar 120 persen.

Biaya Medis Melonjak, Prudential Syariah Enggak Panik

"Untuk meningkatkan RBC sampai 120 persen, maka jumlah dana yang dibutuhkan adalah Rp32,89 triliun," kata Hexana.

Ia mengakui akibat RBC minus, perusahaannya tak sanggup membayar polis yang jatuh tempo pada Oktober hingga Desember 2019. Adapun jumlah polis yang harus dibayar sebesar Rp12,4 triliun dan tunggakan sebesar Rp16,3 triliun.

Agen Berperan Besar Genjot Literasi Asuransi, Sun Life Indonesia Kasih Buktinya

"Tentu tidak bisa (bayar). Saya juga tak bisa memastikan tanggal berapa. Kami akan selesaikan dengan penuh komitmen," kata Hexana.
   

Pensiunan Trakindo Utama menolak migrasi dana pensiun ke asuransi

Hak Terancam Dipangkas, Pensiunan Trakindo Utama Tolak Migrasi Dana Pensiun

Ratusan pensiunan PT Trakindo Utama menolak pengelolaan dana pensiun dialihkan ke asuransi

img_title
VIVA.co.id
31 Agustus 2025