Raja Keraton Agung Sejagat Minta Maaf Bikin Kerajaan Fiktif

Toto Santoso (42 tahun) yang mengaku Raja Keraton Agung Sejagat di Purworejo akhirnya minta maaf.
Sumber :
  • VIVAnews/Dwi Royanto

VIVA – Toto Santoso (42 tahun), pengaku Raja Keraton Agung Sejagat di Purworejo, Jawa Tengah, akhirnya mengakui kerajaan yang dibuatnya hanya bualan dia saja. Toto juga meminta maaf kepada masyarakat atas kegaduhan yang ia timbulkan.

Kapolri Datangi RSCM Dini Hari, Minta Maaf Langsung ke Keluarga Ojol yang Tewas Dilindas Rantis Brimob

"Saya pribadi bersama Fanni (Ratu KAS) memohon maaf atas keraton fiktif yang saya dirikan," ujar Toto saat ditemui di ruang Dirkrimum Polda Jawa Tengah, Selasa 21 Januari 2020.

Toto juga menyampaikan, bahwa pengikutnya hanya diberikan janji-janji dan sejarah palsu. Salah satunya janji yang ia utarakan ialah terkait gaji besar yang akan di dapatkan oleh para pengikutnya.

3 Negara Ini Jadi Tujuan Ekspor Non-migas Terbesar RI di Januari-Juni 2025

Selain itu, ia juga mengakui tak ada hubungan dengan keraton lain maupun mempunyai darah keturunan dari raja Majapahit. "Wangsit itu hanya khayalan saya dan keraton itu tidak ada hubungannya dengan kerajaan lain," ujarnya

Toto menggunakan baju tahanan warna biru, ia tak banyak bicara dan lebih banyak menunduk. Ia juga di dampingi kuasa hukumnya, Muhammad Sofyan.

Direktur Mie Gacoan Tersangka Buntut Royalti Musik Tak Dibayar, Kerugiannya Gede Banget!

"Prinsipnya sebagaimana disampaikan bahwa keraton sudah bubar. Dia sudah mohon maaf atas aktivitas yang bikin gaduh. Sekarang Toto menyerahkan semua prosesnya ke Polda Jateng. Ia akan mengikuti proses hukum yang berlaku," ujar Sofyan. (ren)

Aksi di Jawa Tengah.

Demo di Jateng, Polda Catat 42 Orang Pengunjuk Rasa dan Aparat Terluka

 Kepolisian Daerah Jawa Tengah mencatat ada 42 orang yang mengalami luka saat aksi untuk rasa di beberapa kota di Jawa Tengah.

img_title
VIVA.co.id
30 Agustus 2025