Jumlah Peserta Tambah, Anggaran Kartu Prakerja Naik Jadi Rp20 Triliun

VIVA – Pemerintah menaikkan anggaran program kartu prakerja selama pendemi corona. Setiap peserta kartu prakerja akan mendapatkan manfaat sebesar Rp3,55 juta per orang.

LPS Berpeluang Pangkas Lagi Suku Bunga Penjaminan ke Level Terendah, Ini Pertimbangannya

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, anggaran kartu prakerja tahun ini ditingkatkan dari Rp10 triliun menjadi Rp20 triliun. Penambahan anggaran ini diikuti dengan penambahan penerima kartu prakerja, dari 2 juta orang menjadi 5,6 juta orang sepanjang tahun ini.

Hal itu dikatakan Airlangga saat menggelar rapat virtual dengan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim dan Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziah, Jumat, 17 April 2020.

Tahun Depan Prabowo Bakal Tarik Utang Terbesar Sejak Era Covid-19, Segini Nilainya

"Antusiasme masyarakat dari 34 provinsi ternyata sangat tinggi. Ini adalah program pemerintah pertama yang menggunakan sistem digital sehingga open acces dan equal opportunity, siapapun bisa mendaftar,” kata Airlangga.

Airlangga mengatakan, upaya meningkatkan kapasitas peserta setelah gelombang pertama ini berjalan baik. Seleksi awal dilakukan untuk mengetahui motivasi peserta dalam mengikuti program ini. Pada tahap verifikasi, peserta berusia di atas 18 tahun dan tidak sedang bersekolah. Hal itu diverifikasi dengan data yang ada di Kemendikbud dan kemudian tidak sedang menerima program bantuan sosial. 

Ekonomi RI Semester II-2025 Diyakini Bakal Makin 'Moncer', Airlangga Ungkap Faktornya

Data-data tersebut juga berdasarkan para peserta yang terkena dampak pemutusan hubungan kerja (PHK). “Semua ini menjadi database dan di-crosscheck dengan data yang masuk. Jadi seluruh program berbasis pendaftaran aktif,” ujarnya.

Menurut Airlangga, program ini bukan sekadar pelatihan kerja. Mengikuti perkembangan kondisi pandemi, ada kebutuhan yang mendesak terkait dengan jaring pengaman sosial, terutama untuk mereka yang terkena PHK atau dirumahkan. “Konsepnya diubah, selain untuk pelatihan juga sebagai jaring pengaman sosial. Tetapi konsep untuk menambah skill," katanya.

[Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dalam konferensi pers peluncuran ALFI Convex 2025, di Kantor Kemenko Bidang Perekonomian, Jakarta, Rabu, 2 Juli 2025]

Soal Kabar Sri Mulyani Mundur dari Kabinet, Menko Airlangga Buka Suara

Airlangga Hartarto memberikan klarifikasi soal kabar yang menyebut bahwa Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, bakal mundur dari jabatannya tersebut.

img_title
VIVA.co.id
31 Agustus 2025