Ada Subvarian Omicron BA2, Luhut: Pemerintah Semakin Berhati-hati

Menko Marives Luhut Binsar Pandjaitan.
Sumber :
  • Tangkapan layar.

VIVA – Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan memastikan bahwa kondisi penanganan pandemi yang dilakukan telah memberikan dampak berarti dengan tren kasus konfirmasi COVID-19 yang mengalami penurunan.

img_title Digitalisasi Bansos Diuji Coba di Banyuwangi Bulan Depan, Luhut Sebut Bisa Kurangi 34 Juta Warga Miskin RI

Data per hari ini jumlah kasus berada di bawah 10 ribu, sementara jumlah kesembuhan mencapai lebih dari 39 ribu. Meski begitu, Pemerintah juga kembali memgingatkan agar tetap waspada. Sebab belakangan ini terjadi kenaikan kasus kembali di beberapa Negara Eropa. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Hal ini terjadi setelah negara tersebut kembali melonggarkan kebijakan protokol kesehatan dan penyebaran Subvarian Omicron BA2. Atas dasar informasi tersebut, Pemerintah ke depan tentunya akan mengambil kebijakan secara lebih berhati-hati," kata Luhut, dalam konferensi persnya Senin, 14 Maret 2022

img_title Volkswagen Beetle Split-Window, Dari Mobil Rakyat Jadi Barang Koleksi Super Mahal

Luhut mengatakan, penerapan protokol kesehatan, terutama pemakaian masker, masih harus terus dilakukan oleh semua masyarakat. Beberapa negara seperti Arab Saudi dan Malaysia, kata Luhut, juga mulai melakukan transisi dari pandemi ke endemi.

COVID-19

Photo :
  • Times of India

img_title Tahun Depan Prabowo Bakal Tarik Utang Terbesar Sejak Era Covid-19, Segini Nilainya

"Pertimbangan utamanya adalah tingkat vaksinasi lengkap dan booster yang sudah tinggi di kedua negara. Dibandingkan dengan kedua negara, capaian vaksinasi dosis lengkap dan booster kita masih tertinggal," kata Luhut.

Untuk itu, dia menambahkan, Pemerintah akan mengejar capaian vaksinasi dosis lengkap dan juga booster. Luhut meminta masyarakat yang sudah bisa melakukan booster untuk segera melakukan booster tanpa perlu memilih jenis vaksinnya. 

"Semua jenis vaksin terbukti efektif dalam memberikan antibodi terhadap COVID-19," katanya.

Menurut Luhut, langkah akselerasi vaksinasi dosis lengkap dan booster diperlukan demi mendukung jalannya kegiatan selama Ramadhan dan Idul Fitri. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kita berharap agar jalannya aktivitas ibadah umat muslim dalam Ramadhan dan Idul Fitri nanti tetap dapat berjalan maksimal, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan sehingga tidak terjadi lonjakan kasus," ujarnya.

RDK LPS.

LPS Berpeluang Pangkas Lagi Suku Bunga Penjaminan ke Level Terendah, Ini Pertimbangannya

Purbaya mengatakan, pihaknya masih membuka peluang untuk kembali memangkas LPS Rate, sambil memonitor perkembangan ekonomi dan kondisi likuiditas perbankan secara umum.

img_title
VIVA.co.id
26 Agustus 2025
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut