Konvoi Gerakan Pemuda Kabah, Polisi Tangkap 7 Orang dan Sita 20 Motor

Penertiban Gerakan Pemuda Kabah di Solo, Jateng.
Sumber :
  • Istimewa/Fajar Sodiq

VIVA – Polisi menangkap sebanyak tujuh anggota organisasi massa (ormas) Gerakan Pemuda Kabah yang melakukan penutupan salah satu titik jalan di Solo pada Minggu, 20 Maret 2022. Polisi juga mengamnkan 20 unit kendaraan bermotor roda dua milik anggota ormas tersebut karena melanggar lalu lintas.

Seperti diketahui, sejumlah anggota ormas GPK bergerak dari arah Klaten menuju lokasi penyelenggaraan Harlah ke-40 GPK. Selain itu, agenda konvoi itu pengukuhan Pengurus Wilayah GPK Jawa Tengah di Gedung Lestari Rahayu, Solo, Jawa Tengah sempat bersitegang dengan polisi.

Kemudian, sejumlah anggota ormas itu melakukan blokade jalan di Jalan Radjiman, Solo tepatnya di kawasan Pasar Jongke, Solo. Bahkan, anggota ormas yang melakukan penutupan jalan itu sempat bersitegang dengan anggota polisi yang datang ke lokasi.

Dengan insiden tersebut polisi pun mengamankan sejumlah anggota ormas tersebut. 

Kapolresta Solo, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak menjelaskan, usai diamankan, tujuh anggota ormas itu langsung menjalani serangkaian pemeriksaan. Mereka mengakui kesalahan atas tindakannya yang melakukan blokade jalan.

“Selanjutnya diterapkan restorative justice terhadap ke tujuh orang tersebut. Di mana masing-masing sudah mengakui kesalahannya, meminta maaf dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya sehingga malam itu ketujuh orang sudah dipulangkan,” kata Ade di Solo, Senin, 21 Maret 2022.

Lebih lanjut, Ade mengatakan timnya juga mengamankan 20 kendaraan roda dua dan satu unit mobil yang digunakan anggota ormas untuk konvoi. Dia mengatakan, penyitaan dilakukan karena anggota ormas tersebut terbukti melakukan pelanggaran lalu lintas. 

Keluarga Arya Daru Terima Amplop Isi Simbol Bintang, Hati, dan Bunga dari Sosok Misterius! Apa Maksudnya?

Adanya operasi lalu lintas tersebut, disebutkan dia, total jumlah pelanggaran lalu lintas yang terjadi sebanyak 78 kasus.

“Pelanggarannya macam-macam, penggunaan knalpot bronk, tidak sesuai spektek (spesifikasi teknis), rubentina yang belum diregistrasi, mengendarai ranmor dengan cara membahayakan, tidak menggunakan helm dan tidak membawa dokumen ranmor,” jelas Ade.
 

Brigadir Esco Ditemukan Tewas Terlentang dengan Leher Terikat Tali, Polda NTB Ungkap Ada Luka Bekas Benda Tumpul
Mensesneg RI, Prasetyo Hadi Usai Rapat Bersama Komisi III DPR RI

Istana Minta Maaf soal Ojol Tewas Terlindas Rantis Brimob: Polisi Harus Sabar!

Pihak Istana Negara meminta maaf atas insiden tewasnya ojol terlindas kendaraan taktis Brimob. Polri diminta beri atensi khusus terhadap kejadian tersebut

img_title
VIVA.co.id
29 Agustus 2025