Dua Polisi Batal Dilantik Jadi Perwira Gara-gara Terlibat Jaringan Kartel Narkoba Fredy Pratama

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Komang Suartana.
Sumber :
  • VIVA/Supriadi Maud.

Makassar – Dua oknum polisi di jajaran Polrestabes Makassar, Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) kini terpaksa harus menelan pil pahit. Kedua polisi berpangkat Bripka itu harus ditunda kenaikan pangkat, dan diperiksa Propam lantaran telah terlibat dalam jaringan kartel narkoba Fredy Pratama.

31 Polisi Alami Luka Ringan hingga Operasi usai Demo 28 Agustus

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Komang Suartana mengatakan, bahwa kedua oknum polisi yang bertugas di Polrestabes itu harus diperiksa Propam, dan batal dilantik menjadi perwira usai terlibat dalam jaringan narkoba.

"Iya, kemarin disampaikan kalau pelantikan mereka ditunda karena masih diperiksa di Propam," ungkap Komang saat dihubungi, Sabtu 7 Oktober 2023.

RS Polri Laporkan Tak Ada Polisi Meninggal usai Aksi 28 Agustus

Ilustrasi oknum polisi.

Photo :
  • Antara FOTO.

Komang menjelaskan, bahwa kedua anggota polisi yang diketahui berinisial Bripka SY dan Bripka WD seharusnya dilantik menjadi perwira setelah mengikuti pendidikan Sekolah Inspektur Polisi (SIP). Namun, pelantikan itu dibatalkan lantaran keduanya diamankan Propam jelang pelantikan.

Massa Demo di Polda Metro Tembakan Petasan hingga Bakar Fasilitas Umum

"Pelantikan dia ditunda, karena itu tadi, mereka harus menjalani dulu pemeriksaan dulu di Propam. Tapi saya belum tahu itu Propam Mabes Polri atau Propam kita," katanya.

Komang mengaku belum belum bisa menjelaskan secara rinci keterlibatan kedua polisi itu dengan kartel narkoba Fredy Pratama. Hanya saja, Komang memastikan jika keduanya sedang dalam pemeriksaan intensif sejak kamis 5 Oktober 2023 kemarin

"Kalau itu masih dalam pemeriksaan, kita belum tahu hasilnya. Informasi kita periksa dulu di Propam nanti juga akan ke Mabes Polri. Nanti kita lihat hasilnya," ungkap Komang memungkasi.

Tampang bos narkoba jaringan internasional Fredy Pratama

Photo :
  • Istimewa

Seperti diketahui, Fredy Pratama merupakan bandar besar narkotika jenis ekstasi dan sabu yang dikenal di Indonesia dan Malaysia. Sindikat narkoba ini terbilang kelas kakap atau yang terbesar di Indonesia.

Saat ini, pihak kepolisian pun masih mendalami terkait dugaan tindak pidana narkoba dan TPPU terhadap para bandar dalam kasus ini.

Fredy dikenal dengan banyak nama samaran seperti The Secret, Cassanova, Mojopahit, dan Airbag. Bahkan, ia juga disebut telah mengubah identitas dan wajahnya lewat operasi plastik.

Kendati demikian, dalam kasus ini, polisi pun telah menetapkan sebanyak 44 orang tersangka, periode Mei hingga September 2023.

Mahasiswa Diduga Dianiaya Polisi Saat Demo di Medan

Mahasiswa Diduga Dianiaya Polisi saat Demo di Medan, Terkapar Berdarah dan Kejang di Jalanan

Video mahasiswa terkapar berdarah dan kejang saat demo di Medan viral. Oegroseno kecam dugaan kekerasan polisi dan desak kasus ini diusut transparan.

img_title
VIVA.co.id
30 Agustus 2025