Aktivitas Gunung Marapi Masih Berada di Level III

Gunung Marapi.
Sumber :
  • VIVA/Andri Mardiansyah

Sumatera Barat –  Berdasarkan hasil pengamatan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) pada Jumat, 26 Januari 2024 pukul 08.00 WIB, aktivitas Gunung Marapi, Sumatera Barat masih berada di level III alias siaga.

img_title Korban Tewas Gempa Magnitudo 6,9 di Filipina Jadi 72 Orang

Penyusun laporan Pos Pengamat Gunung Marapi, Teguh Purnomo mengungkap, secara meteorologis, cuaca di sekitar Gunung Marapi pada pagi hari ini mendung. Angin bertiup lemah ke arah utara dengan kecepatan 0 hingga 5 knots. Sementara, suhu udara 21,3 derajat Celcius dengan kelembaban udara 85,6 persen, dan tekanan udara 684,5 mmHg.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Secara visual, Gunung Marapi terpantau tertutup kabut. Asap kawah pun tidak teramati,"kata Teguh Purnomo, Jumat 26 Januari 2024.

img_title Korban Tewas Gempa Filipina Bertambah Jadi 26 Orang, 147 Luka

Berdasarkan catatan aktivitas hari ini kata Teguh, secara seismik kita mencatat adanya 10 kali kejadian gempa vulkanik, yang terdiri dari lima kali gempa hembusan dengan amplitudo 1 milimeter dan durasi 25 sampai 39 detik.

Lalu, 2 kali kejadian gempa hybrid atau fase banyak dengan amplitudo 1 sampai 1,2 milimeter, S-P 0-2,5 detik, dan durasi 15-20 detik. Dan, 3 kali kejadian gempa vulkanik dangkal dengan amplitudo 1 sampai 1,1 milimeter dan durasi 9,5-13 detik. Serta, 2 kali kejadian gempa vulkanik dalam dengan amplitudo 1 hingga 3,4 milimeter, S-P 1-1,3 detik, dan durasi 9-17 detik.

img_title BPBD: Rumah Rusak Akibat Gempa di Situbondo Bertambah Jadi 64

"Selain itu, kita juga mencatat tremor terus-menerus (microtremor) dengan amplitudo 0,5 sampai 1,5 mm (dominan 1 mm),"ujar Teguh.

Teguh menambahkan, berdasarkan data pengamatan tersebut, PVMBG mengimbau masyarakat di sekitar Gunung Marapi dan agar tidak memasuki dan tidak melakukan kegiatan di dalam wilayah radius 4,5 kilometer dari pusat erupsi (Kawah Verbeek) Gunung Marapi.

Gunung Marapi, Sumbar.

Photo :
  • VIVA.co.id/ Andri Mardiansyah (Padang)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Lalu, masyarakat yang bermukim di sekitar lembah atau aliran dan bantaran sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Marapi, juga diimbau agar selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya lahar yang dapat terjadi terutama di saat musim hujan.

"Dan, jika terjadi hujan abu, masyarakat diimbau untuk menggunakan masker penutup hidung dan mulut untuk menghindari gangguan saluran pernapasan (ISPA), serta menggunakan perlengkapan lain untuk melindungi mata dan kulit. Masyarakat juga kita harapkan agar dapat mengamankan sarana air bersih serta membersihkan atap rumah dari abu vulkanik yang tebal agar tidak roboh,"tutup Teguh.

Ilustrasi - Seismograf mencatat getaran gempa.

BNPB Catat 25 Rumah Rusak Berat dan 1.306 Jiwa Mengungsi Imbas Gempa di Sumenep

Terdapat 3 orang luka-luka dan sekitar 373 KK atau 1.306 jiwa mengungsi, dengan 6 KK atau 16 jiwa tercatat terdampak langsung

img_title
VIVA.co.id
3 Oktober 2025
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut