Perintah Jokowi ke Kementerian-Lembaga: Setop Bikin Aplikasi Baru!

Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara
Sumber :
  • VIVA/Ahmad Farhan Faris

Jakarta - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan jajaran di kementerian, lembaga dan Pemerintah Daerah (Pemda) untuk berhenti membuat aplikasi baru mulai tahun ini.

PN Solo Tolak Gugatan Wanprestasi Mobil Esemka Jokowi, Ini Alasannya

Hal itu disampaikan Jokowi dalam acara peresmian SPBE Summit 2024 dan Peluncuran Government Technology (Govtech) Indonesia di Istana Negara, Jakarta Pusat, pada Senin, 27 Mei 2024. 

"Mulai tahun ini, sudah saya sampaikan di Januari yang lalu, mulai tahun ini berhenti membuat aplikasi yang baru, berhenti membikin platform-platform baru. Setop," kata Jokowi dalam sambutannya. 

Terpidana Kasus Ujaran Kebencian soal Ijazah Jokowi, Bambang Tri Bebas Bersyarat

[dok. Presiden Joko Widodo dan jajaran menteri saat meluncurkan GovTech Indonesia di Istana Negara, Jakarta, Senin, 27 Mei 2024]

Photo :
  • VIVA.co.id/Mohammad Yudha Prasetya

Jokowi menyebut ada 27.000 aplikasi yang dibentuk kementerian, lembaga dan Pemda. Namun, aplikasi tersebut tidak saling terintegrasi dan bekerja sendiri-sendiri sehingga tidak memudahkan masyarakat.

DPR Minta Pernyataan Rektor UGM Dijadikan Rujukan Utama soal Polemik Ijazah Jokowi

"Ada kurang lebih 27.000 aplikasi. 27.000 aplikasi yang berjalan sendiri-sendiri, yang kerjanya juga sendiri-sendiri. Enggak akan mungkin mempermudah, mempercepat, enggak. Tidak terintegrasi dan bahkan banyak yang justru tumpang tindih," ucapnya.

Dia lantas menyinggung soal anggaran pembuatan aplikasi dan platform baru tahun ini yang mencapai Rp6,2 triliun. Kata dia, aplikasi baru rutin dibuat saat terjadi pergantian menteri hingga kepala daerah.

"Kemarin kita cek waktu bikin anggaran ada Rp6,2 triliun yang akan dipakai untuk membikin aplikasi baru. Di satu kementerian ada lebih dari 500 aplikasi, bayangkan. Karena mungkin, setiap mungkin setiap ganti menteri ganti aplikasi, sama di daerah ganti gubernur ganti aplikasi, ganti kepala dinas ganti aplikasi," tutur dia.

Jokowi menduga pembuatan aplikasi baru tersebut berkaitan dengan proyek-proyek, sehingga harus dihentikan. "Orientasinya selalu proyek. Itu yang kita hentikan dan tidak boleh diteruskan lag. Tinggalkan praktik-praktik lama, tinggalkan mindset-mindset lama," pungkas Jokowi.

Presiden ke-7 RI Jokowi

Unggah Pita Hitam, Jokowi Ikut Berduka Wafatnya Affan Kurniawan

Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan ucapan duka cita atas wafatnya Affan Kurniawan, driver ojol yang dilindas kendaraan taktis (rantis) Brimob.

img_title
VIVA.co.id
29 Agustus 2025