Pasangan Gay di Banda Aceh Divonis 165 Kali Hukuman Cambuk

Hakim Mahkamah Syar'iyah Banda Aceh memvonis pasangan gay dengan hukuman cambuk. VIVA/Dani Randi
Sumber :
  • VIVA.co.id/Dani Randi (Banda Aceh)

Banda Aceh, VIVA – Hakim Mahkamah Syar’iyah Banda Aceh memvonis pasangan gay berinisial AI dan DA dengan hukuman cambuk sebanyak 80 dan 85 kali.

Puluhan Muda-mudi Diamankan saat Pesta Miras di Cafe Termasuk 5 Oknum TNI

Keduanya terbukti melanggar pasal 63 ayat (1) Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang hukum jinayat. DA divonis 80 kali cambuk. Sementara, AI lebih berat yaitu dengan 85 kali cambuk.

“Menjatuhkan hukuman terhadap terdakwa DA berupa hukuman ‘uqubat ta’zir sebanyak 80 kali cambuk dan terdakwa AI sebanyak 85 kali cambuk dikurangi masa tahanan yang telah dijalankan,” kata majelis hakim Mahkamah Syar’iyah Banda Aceh dalam putusan itu pada Senin, 24 Februari 2025.

Gerebek Hotel, Pemkot Banda Aceh Temukan Pesta Narkoba Hingga Praktik Prostitusi

Penerapan Hukuman Cambuk di Aceh

Photo :
  • ANTARA FOTO/Irwansyah Putra

Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Banda Aceh, Alfian menyampaikan pihaknya tak keberatan dengan vonis tersebut. Menurut dia, tuntutan jaksa sama dengan hasil putusan hakim.

Anak di Bawah Umur di Banda Aceh Curi 6 Sepeda Motor

“Terdakwa menerima putusan tersebut. Kami juga tinggal menunggu jadwal eksekusinya saja,” jelas Alfian.

Sebelumnya, pasangan gay di Banda Aceh berinisial AI dan DA membuat gempar saat digerebek warga di kamar kos. Keduanya ketahuan berada di kamar kos AI dengan berpelukan tanpa busana.

Mereka juga disebut kerap melakukan hubungan terlarang. Warga setempat juga sudah curiga dengan gerak-gerik keduanya. 

Keduanya sering ditanya warga namun mereka berdalih bertemu untuk membuat tugas kuliah. Kepergok berbuat keliru, keduanya pun diproses sesuai hukum yang berlaku di Aceh. 
 

Wanita pemulung saat ditangkap polisi atas dugaan pencurian uang

Pemulung Wanita Bobol Sekolah TK di Banda Aceh, Uang Rp 20 Juta Digondol

Pelaku ZU ditangkap kemarin, Selasa 15 Juli di bawah jembatan Pante Pirak Banda Aceh yang dijadikan sebagai tempat tinggalnya.

img_title
VIVA.co.id
16 Juli 2025