Respons Keputusan KPU, Komisi II DPR: Data Capres Harusnya Transparan

Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Dede Yusuf di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat
Sumber :
  • VIVA.co.id/Yeni Lestari

Jakarta, VIVA – Wakil Ketua Komisi II DPR RI Dede Yusuf merespons keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) terkait dokumen persyaratan pendaftaran capres-cawapres yang dirahasiakan, termasuk ijazah hingga rekam jejaknya. 

img_title Relawan Jokowi Geram Roy Suryo Cs Tak Kunjung Jadi Tersangka Kasus Ijazah, Bakal Lakukan Hal Ini

Dede Yusuf menegaskan bahwa setiap dokumen calon pejabat negara, termasuk calon presiden  harus transparan dan dapat dilihat atau diakses masyarakat. Maka itu, Komisi II DPR RI, akan menanyakan keputusan tersebut kepada KPU.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Nanti kita tanyakan ke KPU. karena sebetulnya data pejabat publik itu adalah data yang harus transparan. jadi setiap calon-calon pejabat publik, baik itu DPR, menteri, presiden, saya pikir itu adalah sebuah data yang harus bisa dilihat oleh semua orang. Karena orang lamar kerjaan aja kan pakai CV apalagi ini mau melamar jadi pemimpin," kata Dede Yusuf kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin, 15 September 2025.

img_title RUU Kepariwisataan Disahkan DPR jadi Undang-Undang

Ilustrasi ijazah

Photo :
  • SMA Budi Utomo

Di sisi lain, ia memahami bahwa ada data-data calon pejabat yang tidak boleh diungkap ke publik, seperti data riwayat kesehatan atau catatan medis. Hal itu pun, kata dia, sudah ada di dalam undang-undang.

img_title DPR Setujui RUU Ekstradisi RI-Rusia jadi Undang-Undang

"Kalau yang lainnya boleh, rekening, terus kemudian ijazah, riwayat hidup, saya pikir nggak masalah," kata dia.

Sebagai informasi, Komisi Pemilihan Umum (KPU) bakal menutup rapat informasi yang ada dalam dokumen persyaratan calon presiden dan calon wakil presiden pada Pemilu 2029 mendatang. Hal tersebut tertuang Keputusan KPU Nomor 731 Tahun 2025 yang ditetapkan pada 21 Agustus 2025.

Dalam keputusan tersebut menyebutkan bahwa ‘Menetapkan Dokumen Persyaratan Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden sebagai Informasi Publik yang Dikecualikan Komisi Pemilihan Umum'.

Beberapa dokumen persyaratan untuk mendaftar capres-cawapres tidak bisa dibuka ke publik tanpa persetujuan, termasuk perihal ijazah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ada 16 poin keputusan, yang nantinya dokumen persyaratan itu tak akan diungkap KPU kepada publik. Terdapat dua poin yang menjadi sorotan, di antaranya poin ke 8 adalah daftar riwayat hidup, profil singkat, dan rekam jejak setiap bakal calon.

Kemudian, pada poin ke 12 juga dituliskan pengecualian terhadap bukti kelulusan berupa fotokopi ijazah, surat tanda tamat belajar, atau surat keterangan lain yang dilegalisasi oleh satuan pendidikan atau program pendidikan menengah.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut