Duh, Kata Pengacara Kondisi Setya Novanto Sempat Memburuk

Setya Novanto saat dipindahkan dari Rumah Sakit Medika Permata Hijau ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo pada Jumat, 18 November 2017.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Wibowo Armando

VIVA – Perawatan medis yang dijalani tersangka kasus e-KTP Setya Novanto di Rumah Sakit Cipto Mangunkusomo, Jakarta Pusat, ternyata membuat gerah Fredrich Yunadi.

Peluang Setnov jadi Pengurus Partai, Golkar: Dia Senior, Tak Mungkin Dibawah Bahlil

Frederich yang berstatus sebagai pengacara Setya Novanto, menyatakan bahwa kehadiran tim dari Komisi Pemberantasan Korupsi yang jumlah mencapai 40 orang ke rumah sakit mengganggu jalannya pengobatan kliennya itu setelah mengalami kecelakaan. 

"Tadi kan itu dia (KPK) bawa 40 orang lebih kan. Seperti mau ngajak perang. Padahal ngapain bawa orang begitu banyak," kata dia di RSCM Jakarta, Jumat 17 November 2017.

Penjelasan Resmi Kakanwil Ditjenpas Jabar Terkait Pembebasan Bersyarat Setya Novanto

Fredrich mengatakan, Novanto tidak akan dipindahkan ke rumah sakit lain seperti kabar dikonfirmasi kepada dirinya. 

Meski tak menjabarkan kondisi Novanto kini, namun Fredrich menyampaikan bahwa kliennya tersebut pada siang tadi cukup lemah dan butuh perawatan intensif. "Karena tadi siang kondisinya memburuk," ujarnya. 

Golkar Akan Beri Posisi ke Setya Novanto jika Kembali Aktif Berpolitik

Novanto sebelum menjalani perawatan medis di RS Medika Permata Hijau. Tapi, KPK memindahkan tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan e-KTP ke RSCM dan menetapkan Novanto sebagai tersangka.

Seperti diketahui sebelumnya, mobil yang ditumpangi Novanto, Toyota Fartuner B 1732 ZLO mengalami kecelakaan pada Kamis petang, 16 November 2017. Mobil yang dikemudikan wartawan salah satu televisi swasta nasional, Hilman Mattauch menabrak tiang lampu jalanan. Akibat kecelakaan itu, Novanto mengalami luka di kepala dan tangan.

Saat kecelakaan terjadi, Novanto sedang diburu penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi. KPK sudah menerbitkan surat penangkapan sejak, Rabu, 15 November 2017. Tapi Novanto menghilang ketika akan ditangkap di rumahnya di Jakarta Selatan. 

Sebelum mengalami kecelakaan lalu lintas, Setya Novanto berencana menyerahkan diri ke KPK. Tapi sebelum itu dia ingin wawancara dengan Metro TV.

Baca: Dibantarkan KPK, Malam Ini Novanto Bobok di RSCM

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya