Erick Thohir: BUMN Tak Sekadar Ciptakan Performa Finansial Sendiri

Menteri BUMN Erick Thohir.
Sumber :
  • VIVA/Mohammad Yudha Prasetya

VIVA – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir menegaskan, seluruh BUMN harus terus menggandeng sektor UMKM dalam menjalankan proses bisnisnya.

img_title Pebisnis Siap-Siap! Inovasi Jadi Senjata Utama Hadapi 2026

Erick mengatakan, BUMN mesti menjadi motor yang memelihara iklim bisnis yang sehat. Artinya, BUMN mesti menjadi motor utama memproteksi kepentingan UMKM sekaligus menumbuhkannya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Proses bisnis BUMN selalu untuk kepentingan yang lebih besar, tak sekadar menciptakan performa finansial untuk perusahaan sendiri tapi memberi manfaat bagi lingkungan," kata Erick dalam keterangan tertulis, Selasa 14 Desember 2021.

img_title Intip Bisnis Wulan Guritno dan Asri Welas, Suarakan Keseimbangan

Gedung Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Photo :
  • vivanews/Andry Daud

Erick mengatakan pihaknya mengapresiasi penghargaan yang didapat oleh Kementerian BUMN, dari Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU).

img_title Dasco Sebut RUU BUMN Bakal Disahkan Besok

Penghargaan itu diberikan atas kiprah Kementerian BUMN dalam mendukung persaingan usaha yang sehat. Hal ini tergambar dari keberpihakan Kementerian BUMN, pada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). 

Erick menambahkan, mencari profit sekaligus memberi manfaat bagi ekosistem ekonomi nasional adalah tujuan dari BUMN, yang mesti diwujudkan dengan usaha keras dan komitmen.

"Kami selalu meyakini, dengan BUMN mampu menciptakan kinerja yang baik, ini menjadi bekal utama untuk berkontribusi lebih besar," ujarnya.

Erick meyakini bahwa kontribusi untuk menciptakan iklim usaha yang sehat, adalah dengan cara menggandeng UMKM dan swasta untuk ikut terlibat. Sehingga, lanjut Erick, hadirnya BUMN tidak sekadar hanya menjadi menara gading yang menguntungkan perusahaan semata.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Tapi juga memberi manfaat bagi seluruh ekosistem bisnis, dalam hal ini swasta," ujarnya.

Ilustrasi Pojok KC

Saatnya Menata Sepak Bola Kita

Tim nasional adalah puncak dari sebuah ekosistem, bukan hasil dari proyek darurat. Ia dimulai dari sekolah sepak bola, dari liga usia dini yang bukan hanya seleksi bakat tapi pembibitan jiwa.

img_title
VIVA.co.id
14 Oktober 2025
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut