Neraca Perdagangan RI Februari 2022 Surplus US$3,83 Miliar

Ekspor-Impor
Sumber :
  • VIVA/M Ali Wafa

VIVA – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Margo Yuwono melaporkan neraca perdagangan Indonesia pada bulan Februari 2022 yang tercatat mengalami surplus.

img_title BI Tegaskan Surplus Neraca Dagang RI Agustus 2025 Topang Ketahanan Eksternal

Margo menguraikan, nilai ekspor Februari 2021 tercatat sebesar US$20,46 miliar dan impor mencapai US$16,64 miliar. Dengan demikian, neraca perdagangan Indonesia di bulan Februari 2022 tercatat surplus sebesar US$3,83 miliar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Jadi di bulan Februari 2022 kita mengalami surplus sebesar US$3,83 miliar," kata Margo dalam telekonferensi, Selasa 15 Maret 2022.

img_title Purbaya Jamin Pemeriksaan Acak Jalur Hijau Tak Ganggu Proses Impor, Ini Tujuannya

Ilustrasi kegiatan ekspor impor.

Photo :
  • VIVA/Muhamad Solihin

"Ini terjadi 22 bulan terakhir secara beruntun, dimana Indonesia terus mengalami surplus perdagangan. Semoga tren surplus ini terus terjaga sehingga pemulihan ekonomi bisa berlangsung lebih cepat," ujarnya.

img_title Minyak Kelapa Sawit hingga Perhiasan Dongkrak Ekspor RI di Januari-Agustus 2025

Margo menjelaskan, apabila dilihat dari komoditi non-migas, yang menjadi penyumbang surplus perdagangan terbesar itu adalah dari sektor bahan bakar mineral. "Kemudian lemak dan minyak hewan atau nabati, serta besi dan baja," imbuhnya.

Sedangkan, lanjut Margo, jika dilihat dari urutan negara penyumbang surplus perdagangan terbesar bagi Indonesia adalah Amerika Serikat, India, dan filipina.

Dengan Amerika Serikat, Margo menjelaskan bahwa Indonesia mengalami surplus perdagangan sebesar US$1.867,5 juta. Sementara dengan India, Indonesia juga mengalami surplus sebesar US$850,8 juta, dan dengan Filipina juga mengalami surplus sebesar US$725,9 juta.

Dia pun merinci bahwa surplus perdagangan Indonesia dengan Amerika Serikat, jika dilihat dari komoditasnya, adalah berupa pakaian dan aksesoris berupa rajutan serta alas kaki.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Sedangkan surplus perdagangan dengan India, kalau dilihat komoditasnya itu adalah bahan bakar mineral, lemak dan minyak hewan nabati. Kemudian surplus perdagangan dengan Filipina, kalau dilihat komoditasnya, adalah bahan bakar mineral, kendaraan dan bagian-bagiannya," ujarnya.

Gedung Kementerian ESDM

ESDM Ungkap Nasib BBM yang Diimpor Pertamina Tapi Ditolak Vivo

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan nasib base fuel dari bahan bakar minyak (BBM) yang diimpor oleh Pertamina.

img_title
VIVA.co.id
3 Oktober 2025
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut