Fintech Bakal Gabung BI-Fast di Tahun 2023

Sekretaris Jenderal Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI), Handayani.
Sumber :
  • VIVA/Fikri Halim

VIVA – Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) mengungkapkan bahwa sektor financial technology (fintech) akan bergabung ke dalam sistem BI-Fast pada 2023. Saat ini, tercatat baru ada 52 peserta BI-Fast yang mayoritas atau didominasi bank.

img_title AI Masuk Pasar Indonesia, Industri Fintech dan Asuransi Siap Manfaatkan Teknologi Baru

Sekretaris Jenderal ASPI, Handayani mengatakan, untuk bergabung dengan BI-Fast memang betul ada investasi yang harus disiapkan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Ada investasi yang harus kita siapkan. Kenapa fintech belum. BI Fast memang ditujukan untuk perbankan dulu. Fintech itu dijadwalkan pada 2023 untuk berpartisipasi," kata Handayani dalam Taklimat Media Side Event FMCBG-FCBD G20 di Nusa Dua Bali, Rabu 13 Juli 2022.

img_title Kota Kecil Jadi Incaran Pembiayaan Digital, Pertumbuhan Ekonominya Lampaui Metropolitan

Direktur Bisnis Konsumer BRI, Handayani

Photo :
  • Humas BRI

Ia melanjutkan, saat ini memang ada kualifikasi tersendiri untuk menjadi peserta BI-Fast ini. Fintech disebut bisa juga bersama-sama dengan bank untuk ikut sebagai peserta langsung.

img_title Investasi Sosial Ditegaskan Jadi Salah Satu Langkah Strategis Jaga Keberlanjutan Industri Keuangan Digital

"Bisa juga peserta langsung dan peserta tidak langsung," katanya.

Sebelumnya, Deputi Gubernur BI, Aida S. Budiman mengatakan, tiga inisiatif pembayaran digital telah dilakukan bersama industri nasional sebagai tindak lanjut Blue Print Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2025.

Inisiatif itu salah satunya adalah BI-FAST di samping QRIS dan SNAP. Ini disebut yang menjadi langkah penting bagi perluasan akses pembayaran untuk seluruh masyarakat.  

Selain itu, pihaknya juga menghadirkan tiga komitmen untuk mengakselerasi ekonomi digital dan ekosistem keuangan terintegrasi. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pertama, reformasi regulasi untuk mempercepat konsolidasi atas industri pembayaran yang sehat, kompetitif dan inovatif. Kedua, mengembangkan infrastruktur pembayaran yang sarat akan interopabilitas, interkoneksi, dan integrasi. Ketiga, mengembangkan praktik pasar yang aman, efisien, dan seimbang.

 Natasha Ardiani, Cief Executive Officer sekaligus Co-Founder Durianpay.

Jadi Endeavor Entrepreneur, Bos Durianpay Targetkan Bikin Infrastruktur Pembayaran Terpadu se Asia Tenggara

Indonesia tengah mengalami transformasi digital yang sangat pesat, khususnya di sektor keuangan dan pembayaran.

img_title
VIVA.co.id
26 September 2025
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut