Transformasi Pertamina Menuju Masa Depan yang Lebih Baik
Langkah-langkah Pertamina untuk lakukan dekarbonisasi dan mencapai target pengurangan emisi di angka 29% pada tahun 2025 dan net zero emmision di tahun 2050 harus sekaligus bersamaan dengan pengembangan bisnis energi bersih.
Pertamina senantiasa mengembangkan konsep transisi energi dari yang lama menuju energi bersih adalah mengutamakan ketersediaan energi bersih yang ada dimiliki oleh negara atau daerah-daerah. Indonesia memiliki sumber daya alam yang besar untuk mengembangkan energi bersih baru dan terbarukan, cadangan migas yang ada, potensi geothermal, potensi biofuel, potensi CO2 injection, gas, sinar matahari, angin, pasang surut laut, dan algae laut.
Tantangan Transformasi dalam rangka transisi energi dari proses bisnis model yang lama beralih ke model bisnis green and clean energy menjadi tantangan bagi industri energi di dunia, Pertamina khususnya.
Transisi energi harus mensyaratkan, pertama, Â ketersediaan (availability), kedua, harga terjangkau (affordability) dan ketiga proses produksi dan kualitas produk yang ramah lingkungan (green and clean energy)
Tantangan yang harus dijawab oleh Pertamina dalam transformasi perusahaan ditengah transisi energi adalah bagaimana mempersiapkan
teknologi mutakhir yang tepat, kemitraan global dalam keuangan dalam era green and clean energy insdustry, penyiapan dan upskilling sumber daya manusia dan menjamin aksesibilitas, ketersediaan, dan keterjangkauan energi bersih.
Pertamina pasti bisa.
Oleh: Khalid Zabidi (Transformation Initiatives Forum)