Digitalisasi Pembayaran Warteg Sudah Sejauh Mana?
- VIVA/Wilibrodus
Jakarta – Penggunaan transaksi digital untuk pembayaran di warteg, masih sangat minim. Itu dikatakan Koperasi Warteg Nusantara (Kowantara). Ada beberapa kendala sehingga program ini lambat.Â
Ketua Kowantara, Mukroni mengatakan, masih sedikit warteg yang menggunakan metode pembayaran QRIS. Termasuk yang anggotanya juga.
"Kurang dari 5 persen karena beberapa alasan. Salah satunya tidak semua warteg memiliki akses ke teknologi seperti smartphone atau perangkat untuk memindai QR code," ujar Mukroni saat dihubungi, dikutip Kamis 4 Juli 2024.
Kendala lain jelas dia, tidak semua pelanggan punya aplikasi pembayaran digital di handphone mereka. QRIS butuh koneksi internet untuk transaksi. Tetapi di beberapa daerah, aksesnya masih terbatas dan tidak stabil. Akibatnya mengganggu proses pembayaran.
"Pemilik warteg dan pelanggan perlu memahami cara menggunakan QRIS. Ini termasuk cara mengunduh aplikasi yang mendukung QRIS, membuat akun, dan melakukan pembayaran. Pendidikan dan sosialisasi mengenai penggunaan QRIS menjadi penting," terang Mukroni.
Meskipun biaya transaksi QRIS relatif kecil, menurut Mukroni, bagi pemilik warteg yang beroperasi dengan margin keuntungan yang sangat tipis, biaya tambahan ini bisa menjadi beban.
Kekhawatiran lain adalah keamanan digital serta penipuan. Sehingga pemilik warteg menjadi ragu untuk penggunaan pembayaran digital ini. Edukasi diperlukan untuk membangun kepercayaan.
"Banyak pelanggan warteg yang lebih terbiasa dengan transaksi tunai dan mungkin ragu untuk beralih ke metode pembayaran digital. Sedangkan manfaatnya, efisiensi dalam transaksi, pencatatan keuangan yang lebih baik, dan potensi untuk menarik pelanggan yang lebih muda yang lebih nyaman dengan pembayaran digital," jelas Mukroni.
Dia berharap adanya kampanye edukasi yang intensif tentang manfaat dan cara penggunaan QRIS. Dia juga mengusulkan ada diskon biaya transaksi untuk warteg yang menggunakan ini.
Kowantara berharap ada penawaran paket layanan yang menarik bagi warteg. Apakah itu perangkat gratis hingga biaya transaksi yang lebih rendah.
Pihaknya juga mendorong pemerintah mengeluarkan kebijakan yang mendukung penggunaan QRIS. Seperti ada intensif pajak bagi warteg yang menggunakan QRIS, hingga regulasi yang mudah. Untuk itu, jelas dia, perlu promosi besar-besaran juga.