Neraca Perdagangan RI Surplus 50 Bulan Beruntun, Juni 2024 Capai US$2,39 Miliar

Ekspor-Impor.
Sumber :
  • VIVA/M Ali Wafa

Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, neraca perdagangan Indonesia pada Juni 2024 surplus sebesar US$2,39 miliar atau turun US$0,54 miliar secara bulanan. Dengan kinerja itu, maka neraca perdagangan RI sudah surplus selama 50 bulan berturut-turut.

img_title BI Tegaskan Surplus Neraca Dagang RI Agustus 2025 Topang Ketahanan Eksternal

Plt Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia A Widyasanti mengatakan, surplusnya neraca perdagangan RI ini tercatat lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya atau bulan yang sama pada tahun 2023. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Pada Juni 2024 neraca perdagangan barang mencatat surplus sebesar US$2,39 miliar atau turun US$0,54 miliar secara bulanan. Dengan demikian neraca perdagangan Indonesia telah mencatatkan surplus selama 50 bulan berturut-turut," kata Amalia dalam konferensi pers, Senin, 15 Juli 2024.

img_title Purbaya Jamin Pemeriksaan Acak Jalur Hijau Tak Ganggu Proses Impor, Ini Tujuannya

Ilustrasi ekspor impor.

Photo :
  • VIVA.co.id/M Ali Wafa

Amalia menjelaskan, surplusnya neraca perdagangan ini ditopang oleh surplus non migas atau sebesar US$4,43 miliar. Dalam hal ini komoditas yang memberikan surplus adalah bahan bakar mineral, lemak dan minyak hewan nabati, hingga besi dan baja. 

img_title Minyak Kelapa Sawit hingga Perhiasan Dongkrak Ekspor RI di Januari-Agustus 2025

"Adapun surplus neraca perdagangan non migas Juni 2024 lebih tinggi jika bandingkan dengan surplus bulan lalu maupun bulan yang sama tahun lalu," jelasnya.

Di sisi lain, Amalia menjelaskan untuk komoditas non migas tercatat defisit sebesar US$2,04 miliar. Penyumbang defisit ini berasal dari hasil minyak dan minyak mentah.

"Defisit neraca perdagangan migas ini lebih dalam dari bulan sebelumnya dan bulan yang sama tahun lalu," ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sedangkan berdasarkan negara mitra dagang, Indonesia mengalami surplus neraca perdagangan dengan India sebesar US$1,47 miliar, Amerika Serikat US$1,22 miliar, dan Filipina US$0,69 miliar.

Gedung Kementerian ESDM

ESDM Ungkap Nasib BBM yang Diimpor Pertamina Tapi Ditolak Vivo

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan nasib base fuel dari bahan bakar minyak (BBM) yang diimpor oleh Pertamina.

img_title
VIVA.co.id
3 Oktober 2025
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut