Nigeria dan Kongo Diterima Jadi Negara Pengamat CPOPC

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto serta Menteri Perladangan dan Komoditi Malaysia Johari Abdul Ghani
Sumber :
  • VIVA.co.id/Anisa Aulia

Jakarta, VIVA – Dewan negara penghasil minyak kelapa sawit atau Council of Palm Oil Producing Countries (CPOPC) menyatakan telah menerima Nigeria dan Republik Demokratik Kongo sebagai negara pengamat.

img_title Mau Isi BBM Murah di Malaysia? Begini Caranya

Hal ini disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto usai melakukan pertemuan tingkat menteri bersama Menteri Perladangan dan Komoditi Malaysia Johari Abdul Ghani.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Pertemuan hari ini kita menerima Nigeria, Republik Demokratik Kongo sebagai negara pengamat. Nigeria dan Kongo telah mengajukan permohonan untuk menjadi anggota CPOPC," ujar Airlangga dalam konferensi pers di Hotel Four Seasons, Jakarta, Jumat, 29 November 2024.

img_title Banding Ditolak, Politisi Malaysia Pemerkosa ART Asal Indonesia Tetap Dihukum 8 Tahun Penjara

Minyak kelapa sawit (CPO). (Ilustrasi)

Photo :
  • R Jihad Akbar/VIVAnews.

Airlangga mengatakan, pada pertemuan ini, Indonesia dan Malaysia menyetujui untuk memperpanjang negara pengamat, yakni Kolumbia, Ghana, dan Papua New Guinea.

img_title Beri Kepastian ke Industri, Airlangga Dukung Purbaya Tak Naikkan Cukai Rokok

"Papua New Guinea seluruhnya diperpanjang setahun dan Papua New Guinea hari ini ada hearing di parlemen terkait dengan keanggotaan CPOPC," kata dia. 

Sebagai informasi, saat ini negara anggota Council of Palm Oil Producing Countries (CPOPC) terdiri dari Indonesia, Malaysia, dan Honduras. 

Lebih lanjut, Airlangga mengatakan Indonesia pada hari ini juga sudah melakukan serah terima keketuaan Ministerial Meeting  Council of Palm Oil Producing Countries (CPOPC) untuk satu tahun kedepan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Selanjutnya juga tadi telah diserahterimakan dari keketuaan Indonesia ke Malaysia untuk periode satu tahun ke depan," imbuhnya.

PM Malaysia Anwar Ibrahim mendesak Israel melepas warga negaranya yang ditahan

Anwar Ibrahim Murka Warga Malaysia Relawan Global Sumud Flotilla Ditangkap Israel

PM Malaysia Anwar Ibrahim mengutuk keras tindakan militer Israel mencegat kapal armada Global Sumud Flotilla dan menangkap para aktivis-relawan kemanusiaan ke Gaza

img_title
VIVA.co.id
2 Oktober 2025
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut