Bursa Asia Anjlok saat Investor Cermati Proyeksi PDB China

Ilustrasi Tantangan Ekonomi
Sumber :
  • freepik.com/freepik

Tiongkok, VIVA - Bursa Asia-Pasifik melemah saat pembukaan perdagangan pada Rabu, 16 April 2025. Penurunan dipicu sikap investor masih mencermati Produk Domestik Bruto (PDB) China untuk kuartal I-2025 yang diprediksi naik.

Pilih Kawal Situasi Dalam Negeri, Prabowo Seharusnya Hadiri Parade Militer China dan Bertemu Xi Jinping

China akan segera mengumumkan PDB kuartal pertama dalam beberapa hari ke depan. Selain itu, pemerintah Beijing juga dijadwalkan melaporkan tingkat produksi industri, penjualan ritel, dan data penganggurannya.

Kepala ekonom bank investasi China Tao Wang menyampaikan, kenaikan tarif impor yang diberlakukan Amerika Serikat (AS) terhadap barang-barang asal China akan menyebabkan penurunan PDB hingga 2 poin persentase. Baru-baru ini, UBS menurunkan perkiraan PDB Tiongkok menjadi 3,4 persen pada kuartal I-2025 dan menyusut ke level 3 persen tahun depan. 

Batal ke China, Prabowo Pilih Pantau Situasi di Tanah Air

Tiongkok dikabarkan telah memerintahkan semua maskapai penerbangan untuk menghentikan pengiriman jet Boeing di tengah perang tarif dagang dengan AS. Langkah tersebut dinilai membuka peluang negosiasi tarif dengan Donald Trump.

Ilustrasi perang dagang AS-China.

Photo :
  • UK Investor Magazine
IHSG Ditutup Tersungkur 121 Poin di Tengah Berlanjutnya Aksi Demo, Intip 5 Saham yang Masih Perkasa

"Kemungkinan penyelesaian pertengkaran perdagangan antara Cina dan AS sekarang diharapkan karena Boeing dan industri teknologi kemungkinan memberikan tekanan pada Gedung Putih," ujar Founder dan CEO Navellier & Associates, Louis Navellier, dikutip dari CNBC Internasional pada Rabu, 16 April 2025.

Indeks Nikkei 225 Jepang diperdagangkan datar pada pembukaan pasar. Sementara itu, indeks Kospi merosot 0,2 persen disusul penurunan indeks Kosdaq sebesar 0,18 persen.

Indeks S&P/ASX 200 Australia tergelincir 0,08 persen. Indeks Hang Seng Hong Kong juga terpantau melanda koreksi di awal sesi perdagangan, yakni anjlok dari 21.466,27 menjadi 21.455.

Saham berjangka AS ikut tergelincir imbas investor menunggu laporan penjualan ritel utama dan pendapatan dari musim kuartal pertama. Ketiga indeks utama Wall Street juga ditutup melemah yang dipimpin koreksi indeks Dow Jones Industrial Average sebesar 155,83 poin atau 0,38 persen menjadi 40.368,96. 

Indeks S&P 500 menyusut 0,17 persen ke level 5.396,63. Nasdaq Composite menyusul penurunan sebesar 0,05 persen dan parkir di area 16.823,17.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya