Menkomdigi: AI Lokal Harus Jaga Budaya dan Kedaulatan Data

Menteri Meutya Hafid
Sumber :
  • VIVA/Ayesha Puri

Jakarta, VIVA – Pemerintah Republik Indonesia menyambut positif kehadiran Sahabat-AI, sebuah platform kecerdasan buatan berbasis Large Language Model (LLM) yang dikembangkan ole PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GoTo) dan Indosat Ooredoo Hutchison. Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menyebut kehadiran AI lokal bermuatan bahasa daerah sebagai lompatan besar Indonesia dalam penguasaan teknologi bahasa berbasis kecerdasan buatan.

img_title IMF Peringatkan Gelombang 'Tsunami AI', Fresh Graduate Bisa Makin Sulit Dapat Kerja

“Kalau China punya DeepSeek, India ada BharatGPT, maka sekarang kita punya Sahabat-AI,” ujar Meutya dalam acara peluncuran resmi Sahabat-AI di Jakarta pada Senin, 2 Juni 2025.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hadirnya Sahabat-AI menjadi momen penting untukmenunjukkan bahwa Indonesia mulai diperhitungkan di tingkat global dalam pengembangan Larger Language Model (LLM).  Meutya menekankan pentingnya keberlanjutan dan kolaborasi dalam pemanfaatan Sahabat-AI, terutama dari masyarakat umum, universitas, dan sektor swasta. Menurutnya, platfom open source ini baru dianggap berhasil jika digunakan secara masif dan inklusif.

img_title Bursa Asia Ngegas Usai Kekhawatiran AI Mereda, Investor Tunggu Data Inflasi Tiongkok

“Kita dorong agar ini kolaboratif, jadi silakan dari universitas, masyarakat, umum juga untuk kemudian menggunakan karena AI ini baru akan berhasil sukses kalau memang kita berjibaku untuk memakai” tutur Menkomdigi Meutya.

Peluncuran Sahabat-AI hasil kolaborasi Indosat dan GoTo

Photo :
  • Dok. Indosat

img_title Google PHK Ratusan Karyawan, AI Lagi-lagi Jadi Biang Kerok

Tidak kalah penting, Meutya menitipkan pesan kepada GoTo dan Indosat untuk menjaga nilai-nilai lokal. Meutya menyoroti agar output dari Sahabat-AI berupa jawaban dalam layanan chatbox tetap mencerminkan budaya dan kesantunan Indonesia.

"Jadi makanya ada model bahasa Jawa, Sunda, Batak dan lain-lain, dan harus terus diperkaya dengan masyarakat untuk meramaikannya," tambahnya.

President Director & CEO Indosat Ooredoo Hutchison Vikram Sinha menegaskan. Sahabat-AI bukan hanya proyek teknologi tetapi simbol dari semangat gotong royong digital. Dalam pengembangannya melibatkan berbagai pihak, mulai dari korporasi, akademisi, mahasiswa hingga media.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Ini bukan hanya tentang GoTo dan Indosat tetapi ini mengenai makna gotong royong sesungguhnya,” ungkap Vikram.

Vikram menjelaskan, pihaknya menghadirkan GPU Merdeka, cloud Al yang membangun fondasi digital kokoh yang  menjadi bagian dari inisiatif ini. Tujuannya guna memastikan inovasi Al berkembang, aman secara nasional, relevan dengan budaya lokal, dan dapat diakses oleh semua lapisan masyarakat.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut