Australia Mau Terapkan 4 Hari Kerja, Indonesia Kapan?

Sydney, Australia.
Sumber :
  • Pixabay

Canberra, VIVA – Australia berpotensi menjadi negara berikutnya yang menerapkan sistem empat hari kerja dalam sepekan. Dorongan itu datang dari dua serikat buruh besar, yaitu Australian Manufacturing Workers Union (AMWU) dan Australian Nursing and Midwifery Federation (ANMF). 

img_title IMF Peringatkan Gelombang 'Tsunami AI', Fresh Graduate Bisa Makin Sulit Dapat Kerja

Keduanya mengusulkan pemangkasan jam kerja sebagai cara yang adil untuk mendistribusikan hasil peningkatan produktivitas nasional. Inisiatif ini diluncurkan menjelang forum reformasi ekonomi yang akan digelar oleh Productivity Commission bulan depan. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Forum tersebut akan mempertemukan pemerintah, pengusaha, dan serikat buruh untuk membahas strategi peningkatan produktivitas jangka panjang.

img_title Waduh! Gen Z Disebut 'Tak Layak Kerja', Minimnya Skill Ini Jadi Sorotan 

Sekretaris Nasional AMWU, Steve Murphy, menyatakan bahwa pemotongan jam kerja bisa menjadi kompensasi yang lebih bermakna bagi pekerja ketimbang pengurangan pajak. 

“Salah satu cara kita bisa berbagi hasil produktivitas, jika kita lebih produktif dalam satu minggu, adalah dengan bekerja lebih sedikit. Itu akan menjadi hasil yang luar biasa dari diskusi produktivitas,” kata Murphy seperti dikutip dari 7 News, Selasa, 22 Juli 2025.

img_title Bursa Asia Dibuka Bervariasi, Suku Bunga Australia Jadi Sorotan

Sydney, Australia.

Photo :
  • abc news

Ia juga menyarankan beberapa opsi pengurangan jam kerja tanpa mengurangi upah, seperti sistem kerja empat hari seminggu, sembilan hari kerja dalam dua minggu, atau hanya 35 jam kerja per minggu.

Menurutnya, mayoritas pekerja Australia tidak mempermasalahkan membayar pajak selama itu digunakan untuk membiayai layanan publik dan infrastruktur yang berkualitas. “Kami bukan kelompok yang berpendapat bahwa kita seharusnya membayar pajak lebih sedikit,” kata Murphy.

“Atau, jika kita bisa mendapatkan lebih banyak cuti tahunan, maka kita dapat menghabiskan lebih banyak waktu dengan orang-orang yang kita cintai dan pedulikan,” tambahnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menanggapi usulan tersebut, Menteri Layanan Sosial Tanya Plibersek mengatakan bahwa pemerintah terbuka terhadap berbagai gagasan baru. “Kami akan mendengarkan semua pandangan secara hormat,” ucap Plibersek saat tampil di program Sunrise.

Ia juga menegaskan bahwa strategi pemerintah tidak akan mengulang kebijakan lama yang menuntut pekerja untuk bekerja lebih lama dengan bayaran lebih sedikit. “Kita tidak akan meningkatkan produktivitas dengan meminta orang bekerja lebih lama untuk upah yang lebih kecil. Itu adalah kebijakan pemerintah sebelumnya,” ujarnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut