Waspada 'September Effect'

Ethereum (ETH).
Sumber :
  • Al Jazeera

“Aliran masuk yang stabil sepanjang tahun telah memberi pondasi lebih kuat bagi harga Bitcoin dan Ethereum, sehingga penurunan harga yang ada relatif minor dan membuat Bitcoin mampu mempertahankan level harga di atas US$100 ribu,” tutur dia.

img_title Analis Proyeksikan IHSG Masuk Fase Konsolidasi Meski Ada Sinyal Bullish, Pantau 5 Saham Potensial Cuan

Strategi potensial

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bagi para investor, September kali ini bukan semata soal menghindari bulan sial. Justru yang lebih penting adalah disiplin strategi menghadapi kombinasi faktor musiman dan makroekonomi.

img_title 7 Peristiwa yang Bisa Bikin Pasar Kripto Bergejolak pada Oktober 2025

"Salah satu strategi yang dapat dioptimalkan investor selain investasi rutin atau Dollar Cost Averaging (DCA) ialah dengan memanfaatkan strategi Crypto Futures yang juga tersedia di Reku, untuk memungkinkan investor meraih keuntungan saat kondisi pasar naik maupun turun," paparnya.

Selain itu, investor juga perlu memperhatikan proyeksi perkembangan inflasi serta pandangan The Fed ke depan bisa menjadi cara mengelola risiko dengan tetap menjaga eksposur terhadap peluang kenaikan harga.

img_title Bos Danantara Sebut Freeport Indonesia Sepakat Kasih Gratis 12 Persen Saham ke Indonesia

Di sisi lain, aset kripto dengan katalis yang kuat seperti Bitcoin dan Ethereum masih bisa jadi pilihan. Bagi investor jangka panjang, sebut Fahmi, September hanyalah satu bulan dalam siklus panjang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Jika suku bunga global terus turun hingga 2026, aset yang cukup berisiko seperti aset kripto dan saham AS, besar kemungkinan tetap akan menjadi pemenang utama.

"Bitcoin diperkirakan masih bisa menguji level psikologis baru untuk mencetak new all time high, khususnya jika tren pemangkasan berlanjut. Sementara Ethereum punya katalis dari penguatan ekosistem rollups dan adopsi institusional seperti tren DATs (Digital Asset Treasury companies)," imbuhnya.

Pergerakan IHSG.

IHSG Sesi Menguat 0,26 Persen, Cek 3 Saham Kinclong di Jajaran Top Gainers

IHSG mencatat penguatan sebesar 0,26 persen atau 21,08 poin pada akhir sesi pertama perdagangan Jumat, 3 Oktober 2025. Lonjakan mendorong IHSG beranjak ke level 8.082.

img_title
VIVA.co.id
3 Oktober 2025
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut