Israel bikin Bitcoin dan Ethereum Rontok tapi Emas sama Minyak Melejit

Mata uang kripto seperti Bitcoin atau Ethereum.
Sumber :
  • Mint

Jakarta, VIVA – Pasar aset kripto kembali babak belur setelah muncul eskalasi geopolitik terbaru di kawasan Timur Tengah.

img_title Benjamin Netanyahu Jadi Orang yang Paling Ingin Dihadapi Bilal Hasan

Aksi militer Israel yang menargetkan pejabat senior Hamas di Doha, Qatar menciptakan guncangan di pasar global, mendorong investor melepas aset berisiko termasuk aset kripto.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Data Coin Market Cap, seperti dikutip dari situs Indodax, Kamis, 11 September 2025, menunjukkan, per 10 September, harga Bitcoin (BTC) terkoreksi ke kisaran US$111,491.

img_title Sudah 73.651 Nyawa Melayang di Gaza

Sementara Ethereum (ETH) melemah ke sekitar US$4,301. Penurunan ini menandai sentimen risk-off yang melanda pasar. Menurut data Coinglass, ketegangan ini memicu likuidasi lebih dari US$370 juta dalam 24 jam terakhir.

Posisi long paling tertekan, dengan kerugian terbesar berasal dari Ethereum senilai US$11,9 juta dan Bitcoin sebesar US$10,5 juta.

img_title Siap-siap Perang Minyak di Falkland

Dalam satu jam pertama setelah kabar memanas, sekitar US$52 juta posisi leverage lenyap. Di sisi lain, harga emas justru melejit ke level tertinggi baru. Minyak pun ikut naik sekitar US$1 per barel ke kisaran US$67.

Pergeseran ini memperlihatkan pola klasik: investor global berbondong-bondong masuk ke safe haven tradisional saat risiko geopolitik meningkat.

Fenomena ini menegaskan bahwa Bitcoin belum mampu berperan sebagai aset pelindung jangka pendek.

Sebagai informasi, Israel melancarkan serangan yang menargetkan pejabat senior Hamas di Doha, Qatar.

Seorang pejabat senior Israel mengatakan kepada CNN International, bahwa di antara mereka yang menjadi sasaran adalah kepala negosiator Hamas, Khalil Al Hayya.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengaku memerintahkan serangan tersebut sebagai tanggapan atas penembakan di Yerusalem yang menewaskan enam orang. Serangan itu kemudian diklaim oleh Hamas.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Qatar Majed Al Ansari menegaskan jika serangan Israel menargetkan bangunan tempat tinggal yang menjadi rumah bagi beberapa anggota biro politik Hamas di Doha.

Ia menyebut aksi itu sebagai pengecut. "Sambil mengecam keras serangan pengecut ini, Negara Qatar menekankan bahwa mereka tidak akan menoleransi perilaku Israel yang sembrono dan tidak bertanggung jawab," kata Al Ansari di X.

Tank Israel.

Serangan Udara Israel Membabi Buta, 2 Bayi dan Petugas Medis Tewas

Sebelas warga Palestina, termasuk dua bayi dan dua petugas medis, tewas dan lima lainnya terluka dalam serangan udara Israel di Kfar Rumman, Lebanon selatan.

img_title
VIVA.co.id
7 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut