Waspada 'September Effect'

Ethereum (ETH).
Sumber :
  • Al Jazeera

Jakarta, VIVA – Fenomena September Effect yang merupakan mitos lama di Wall Street sejak puluhan tahun lalu, kerap menjadi periode paling lemah bagi indeks saham AS.

img_title IHSG Sesi Menguat 0,26 Persen, Cek 3 Saham Kinclong di Jajaran Top Gainers

Rata-rata kinerja saham AS tercatat lebih rendah dibanding bulan lain, dengan investor institusi kerap melakukan rebalancing portofolio menjelang akhir kuartal.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ketegangan September 2025 semakin terasa karena pada 17 September mendatang, Bank Sentral AS, Federal Reserve atau The Fed, akan menentukan arah suku bunga.

img_title IHSG Diproyeksi Lesu, Pantau 5 Rekomendasi Saham Potensial Cuan Jagoan Analis

Konsensus pasar hampir bulat memperkirakan pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin (bps).

Merespons kondisi tersebut, Fahmi Almuttaqin, Analyst Reku, menilai skenario tersebut kemungkinan juga sudah di-priced in oleh para pelaku pasar sejak berminggu-minggu lalu.

img_title Rupiah Kuat, IHSG Melesat! Cek 3 Saham yang Parkir di Jajaran Atas

Artinya, risiko “sell the news” bisa jadi akan cukup besar, khususnya jika nada The Fed tetap hawkish dengan menekankan bahwa inflasi belum sepenuhnya terkendali.

“Bagi saham AS, efek pemangkasan tipis tersebut bisa ambigu. Jika nada dovish ikut mengiringi, sektor teknologi dan properti berpeluang memimpin reli. Namun, jika pesan yang muncul justru hati-hati, investor mungkin akan mengambil aksi profit taking yang dapat membuat indeks bergerak cenderung datar atau bahkan bisa terkoreksi jangka pendek,” kata dia, Rabu, 10 September 2025.

Sementara bagi pasar aset kripto, kombinasi September Effect dan keputusan The Fed menjadi ujian besar.

Menurutnya, performa harga saat ini yang masih relatif stagnan dengan beberapa koreksi minor dalam beberapa pekan terakhir.

Hal tersebut membuat kapitalisasi pasar aset kripto global saat ini masih berada di angka sekitar US$3,96 triliun, hanya sedikit di bawah angka pada 11 Agustus di level US$4,06 triliun.

Namun, lanjut Fahmi, indeks Fear and Greed berada di level 49, menunjukkan pasar masih netral, belum optimistis, tapi juga tidak panik.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ini berbeda dengan situasi pada kondisi di 11 Agustus lalu, di mana indeks tersebut berada di angka 70 yang mengindikasikan kondisi greed atau cukup optimis.

Selain itu, yang lebih membedakan tahun ini dengan periode historis sebelumnya adalah aliran dana besar dari investor institusional melalui ETF spot.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut