Nasib Pelanggan Gojek soal Kasus Pembajakan Akun

Helm khas Gojek
Sumber :
  • REUTERS/Beawiharta

VIVA – Salah seorang pengguna layanan transaksi non tunai Gopay mengeluhkan penanganan kasus pembajakan Gopay. Pengguna bernama Hastin belum lama ini menjadi korban pembajakan akun Gojek sehingga nilai Gopay miliknya terkuras. Pembajak menipu dengan modus telpon mengaku sebagai perwakilan Gojek. Hastin mengaku pusing dengan penanganan Gojek tersebut.

img_title Fakta Mengejutkan Dibalik Penangkapan Bjorka: Duit Hasil Jual Data Buat Hidupi Kerabat

Kronologinya, Hastin ditelpon oknum mengaku Gojek pada Sabtu 3 Maret 2018 pukul 10.50 WIB. Oknum itu meminta Hastin menyebutkan kode yang dikirim lewat SMS. Alasannya kode tersebut nyasar terkirim ke ponsel Hastin. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Merasa tak ada masalah, Hastin kemudian mengirimkan kode yang dimaksud. Padahal kode itu merupakan kode verifikasi untuk masuk akun Gojek. 

img_title Harga Emas Hari Ini 3 Oktober 2025: Antam Stagnan, Produk Global Bervariasi

Belakangan Hastin menyadari menjadi korban pembajakan Gojek. Setelah itu dia mencoba menghubungi pusat layanan konsumen Gojek. 

Pada tahap pertama, Hastin diminta mengisi data berita acara pembajakan. Dan meminta untuk ditangani. 

img_title Pemilik Akun X Bjorka Dicokok, Ngaku Sudah Retas 4,9 Juta Data Nasabah Bank

Namun tiga hari kemudian, Hastin mengeluh ke pusat layanan Gojek kembali. Dalam keluhannya emailnya masih menggunakan nomor ponsel pembajak, sehingga dia tidak bisa login. Hastin meminta kepada Gojek untuk bisa memberikan solusi menghilangkan nomor ponsel pembajak pada akunnya. 

Gojek mengarahkan Hastin untuk mengubah nomor ponsel dan email baru, agar bisa masuk ke akun Gojek. 

Layanan transportasi daring besutan Nadiem Makarim ini menjelaskan, apabila pelanggan telah memberikan atau menginformasikan kode verifikasi atau OTP kepada pihak lain, maka segala transaksi yang telah dilakukan oleh pihak lain dengan kata lain sudah mendapatkan persetujuan pelanggan. Oleh karena itu, Gojek mengatakan tidak dapat mengubah segala transaksi yang sudah disetujui pelanggan dan tidak ada penggantian.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kami sarankan untuk melakukan sign-up (daftar ulang) kembali menggunakan nomor telepon Anda namun dengan menggunakan email yang berbeda yang belum terdaftar pada akun Gojek dikarenakan untuk akun Anda sudah dilakukan perubahan oleh pelaku," balas pusat layanan Gojek pada 6 Maret 2018. 

Dua hari kemudian, Gojek mengabarkan ke Hastin akan dilakukan pemblokiran email lama yang dipakai pada akun Gojek. Selama proses pemblokiran akun email lama, Hastin diminta login dengan nomor ponsel lama dan akun email baru.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut