Startup Tanda Tangan Digital Ini Mau Ekspansi ke Luar Negeri

Chief Executive Officer PrivyID, Marshall Pribadi.
Sumber :
  • Dok. PrivyID

VIVA – PT Privy Identitas Digital atau PrivyID secara resmi mengantongi otoritas untuk menerima pendaftaran, memverifikasi, serta menerbitkan sertifikat elektronik dan tanda tangan elektronik bagi warga Indonesia.

img_title Patuhi Regulasi OJK, Indodana Fintech Tegaskan Komitmen Pada Prinsip Kehati-hatian

Kepala Eksekutif PrivyID, Marshall Pribadi mengatakan, keamanan informasi data pengguna aplikasi PrivyID terjamin melalui penggunaan teknologi asymmetric cyrptography.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Saat ini jumlah user yang tercatat di PrivyID sudah mencapai 1,6 juta dengan jumlah perusahaan yang sudah bekerjasama mencapai 70 institusi.

img_title Gelar IDBS 2026, Aftech Pastikan Fintech Tetap Jadi Enabler Sektor Riil dan Mitra Perbankan

“Tahun depan kami menargetkan jumlah user individual dan perusahaan masing-masing mencapai 5 juta dan 500 institusi,” katanya di Jakarta, Rabu malam, 23 Mei 2018.

Tak hanya itu saja, Marshall mengaku akan memperluas pasar ke Singapura, Malaysia, Thailand, dan Australia, pada 2020.

img_title Pandu Sjahrir Soroti Pentingnya Tata Kelola demi Masa Depan Fintech Indonesia

Beberapa perusahaan besar yang sudah dilayani PrivyID antara lain PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.

Bank Indonesia telah merilis daftar 24 perusahaan fintech, payment gateway dan juga perusahaan penunjang fintech yang sudah lolos pemeriksaan bank sentral.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dari ke 24 perusahaan masuk dalam daftar di atas, PrivyID menjadi satu-satunya perusahaan penyedia tanda tangan digital yang sudah diperiksa dan diakui oleh Bank Indonesia sebagai sistem penunjang teknologi finansial.

Setelah terdaftar, setiap bulannya, PrivyID harus melaporkan jumlah transaksi, produk serta layanan dan model bisnis, sampai dengan perubahan kepemilikan saham. Dengan demikian, PrivyID mulai saat ini diawasi Bank Indonesia.

Ilustrasi fintech.

Tumbuh 1,8 Persen, Emiten Fintech Venteny Raup Pendapatan Rp 105,8 Miliar di Semester I-2026

Emiten layanan fintech, PT Venteny Fortuna International Tbk (VTNY), melaporkan pendapatan bersih sebesar Rp 105,8 miliar di semester I-2026, naik 1,8 persen secara yoy.

img_title
VIVA.co.id
8 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut