Pesaing Gojek dan Grab Tak Berdampak Denda Cancel hingga Perang Tarif

Driver ojek online Anterin.
Sumber :
  • https://twitter.com/anterin_id

VIVA – Aplikasi transportasi online Anterin mengaku tidak berdampak pada denda cancel order hingga perang tarif seperti yang dialami pesaingnya, Gojek dan Grab.

img_title Gojek Pastikan Layanan Berjalan Normal Meski Ada Demo Pengemudi Ojol

Chief Executive Officer Anterin, Imron Hamzah menyebut, denda cancel pada dasarnya sebagai kompensansi karena masih banyaknya fake order (pesan ojek online fiktif).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sedangkan Anterin tidak mengenal adanya fake order, karena aplikasinya bekerja menyeimbangkan supply and demand. Meski begitu, ia mengatakan tidak setuju kalau denda cancel diterapkan.

img_title Dituding Settingan, GoTo, Grab, inDrive dan Maxim Benarkan Mitranya Hadirkan Perwakilan Ojol Bertemu Wapres Gibran

Kemudian, soal perang tarif lewat promo, Imron mengungkapkan bisa Anterin diciptakan dengan sebuah konsep baru dengan hadir sebagai marketplace tanpa mencampuri urusan tarif.

Menurutnya, di dalam aplikasi yang telah beroperasi sejak 16 Agustus 2018 itu menerapkan ‘lelang’, di mana sistem ini merupakan konsep baru yang membutuhkan learning to prove buat driver (mitra pengemudi) dan pengguna yang saat ini terbiasa menunggu pesanan atau order.

img_title Bos Grab Anthony Tan Terbang Langsung dari Singapura ke Makassar

Soal sistem lelang yang diterapkan, Anterin menjadi satu-satunya aplikasi yang menjaga ‘transparansi harga’ antara pengemudi dan pengguna dengan harapan tidak ada yang dirugikan dari hal itu karena tarif ditentukan berdasarkan mekanisme pasar.

Artinya, driver bebas menentukan harga per kilometer, sementara pengguna bebas memilih driver, jenis kelamin dan kendaraan, berdasarkan harga yang diberikan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Adapun, Anterin hanya memberlakukan biaya langganan sebesar Rp10 ribu per hari. Imron pun menegaskan jika Anterin memposisikan driver sebagai wirasusaha atau entrepreneur, bukan karyawan. Selain itu, Anterin tidak mengambil komisi dari hasil keringat driver.

"Jadi, kami tidak terpengaruh sama sekali dengan cancel order dan perang tarif. Karena kami hanya sebagai jembatan saja antara driver dan pengguna. Transaksi hanya mereka berdua. Inilah yang membedakan kami dengan yang lain," kata Imron kepada VIVA, Kamis, 4 Juli 2019.

Oknum anggota TNI memukul salah satu Ojol di Pontianak

Kronologi Lengkap dan 8 Fakta Prajurit TNI Pukul Ojol di Pontianak, Sudah Berdamai tapi Proses Hukum Tetap Berlanjut

Kronologi lengkap kasus prajurit TNI pukul ojol di Pontianak yang viral di media sosial. Dari alasan mengejutkan pelaku, respons Gojek, desakan DPR, hingga proses hukum

img_title
VIVA.co.id
22 September 2025
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut