Membendung Produk China Lewat Ekspansi

Ilustrasi ekspansi bisnis.
Sumber :
  • Pixabay

Jakarta, VIVA – Persaingan peralatan rumah tangga semakin ketat saat ini. Para pemain yang berkutat di produk tersebut tak hanya berasal dari Jepang saja tetapi juga dari China.

img_title China’s Expanding Footprint Puts ASEAN Centrality in the Spotlight

Untuk bisa tetap menjaga persaingan, para pemain di bidang tersebut tetap harus melakukan ekspansi usaha. Seperti yang dilakoni oleh Oxone, salah satu pemain di produk peralatan rumah tangga premium di Tanah Air.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pendiri dan Kepala Eksekutif PT Octa Utama, Ifan Kesuma, mengaku terus melakukan edukasi untuk memperkenalkan Oxone sebagai merek peralatan dapur premium di Indonesia dan bisa menjadi pilihan bagi konsumen di tengah maraknya merek-merek dari China.

img_title Terima Suap Rp 627 Miliar Sejak 2007, Eks Menteri Pertanian China Dijatuhi Hukuman Mati

Lewat PT Octa Utama, Oxone mulai melakukan ekspansi bisnis lewat penambahan gerai penjualan. Perusahaan ini menambah satu gerai kategori flagship store yang berlabel Oxone Experience Center di PIK Avenue, Jakarta Utara, belum lama ini.

img_title Dua Orang yang Berangkatkan Reni ke China Buat Jadi Pengantin Pesanan Ditangkap

Sebelumnya, Oxone sudah mempunyai dua flagship store, yaitu Mall of Indonesia, Kelapa Gading, Jakarta Utara dan Tunjungan Plaza, Surabaya, Jawa Timur.

Pembukaan flagship store di PIK Avenue bukan sekadar ekspansi gerai, tapi juga menjadi bagian dari strategi untuk memperkuat posisi mereka di pasar peralatan dapur Indonesia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Adapun Oxone Experience Center tidak hanya berfungsi sebagai tempat untuk melihat dan membeli produk, namun juga sebagai ruang inspirasi bagi konsumen terhadap inovasi dari produk Oxone. Mulai dari coffee maker, oven, toaster, microwave, cookware set, blender dan mixer, serta juicer.

"Kami percaya bahwa dapur bukan hanya tempat untuk memasak, tetapi juga ruang untuk menyalurkan kreativitas dan menciptakan momen berharga bersama keluarga," ungkap Ifan, Minggu, 19 Januari 2025.

Mantan Menteri Pertanian dan Urusan Perdesaan China,Tang Renjian dihukum mati

Mantan Menteri Pertanian China Dijatuhi Hukuman Mati karena Terima Suap Rp628 Miliar

Tang Renjian dijatuhi hukuman mati dengan masa percobaan dua tahun karena menerima suap senilai 268 juta yuan (sekitar Rp628 miliar). 

img_title
VIVA.co.id
30 September 2025
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut