Mengenal Edge Computing, Teknologi Cloud yang Super Aman

Ilustrasi edge computing.
Sumber :
  • Cuelogic

VIVA – Puluhan tahun lalu, masyarakat dunia tidak membayangkan bahwa mereka akan bisa memiliki perangkat komputer di rumah mereka. Kala itu peranti elektronik dengan teknologi canggih yang bisa melakukan penghitungan rumit, hanya ada di beberapa perusahaan saja.

img_title Deretan Mobil Murah Berteknologi Canggih, Harga Terjangkau Tapi Fitur Maksimal

Seiring perkembangan zaman, komputer pribadi mulai banyak tersedia dengan harga yang cukup terjangkau. Seluruh data tersedia dalam media penyimpanan, karena pada kala itu belum ada infrastruktur jaringan internet.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Saat ini, hampir semua data ditransfer melalui jalur internet. Mulai dari aplikasi sederhana untuk mengetik pekerjaan, hingga bermain game. Bahkan menonton film juga dilakukan melalui fasilitas streaming.

img_title New Honda ADV 160 Tampil Gagah di IMOS 2025, Intip Keunggulannya di Sini!

Semua data itu tersimpan dalam media server, yang lokasinya bisa saja di negara lain. Teknologi ini dinamakan cloud, contohnya Google Drive, iCloud dan Netflix.

Cloud merupakan bagian dari teknologi internet of things atau IoT, yang digadang-gadang menjadi solusi untuk menuju revolusi industri 4.0. Namun, sistem ini memiliki beberapa risiko, mulai dari latensi akibat jauhnya jarak antara perangkat dengan server hingga potensi penyadapan data.

img_title Ini Dia Sepeda Motor Honda Tercepat yang Bisa Kamu Beli!

Edge computing kemudian hadir untuk mengatasi masalah tersebut. Teknologi ini sebenarnya memakai prinsip yang sama dengan cloud, namun lokasi server dipindah dekat dengan sumber perangkat. Jadi, data akan diolah lebih cepat dan aman.

Managing Director for Stratus Technologies in Asia South, Lin Hoe Foong mengatakan bahwa edge computing menjadi solusi paling aman untuk implementasi teknologi industri 4.0.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Teknologi ini dapat membantu perusahaan dalam memenuhi kebutuhan proses otomasi, menuju industri 4.0. Edge computing ideal untuk diaplikasikan pada sektor retail, energi, minyak dan gas, transportasi, hingga farmasi,” ujarnya saat konferensi pers virtual, dikutip Kamis 23 September 2021.

Dengan memindahkan proses komputasi lebih dekat dengan sumber, maka hal itu bisa menghemat biaya bandwith serta menjaga data tidak mudah disusupi.

Ilustrasi mesin mobil

Deretan Mesin Paling Rumit dalam Sejarah Otomotif

Deretan mesin paling rumit di dunia otomotif dan penerbangan, dari Bugatti W16 hingga Pratt & Whitney Wasp Major. Inovasi unik, kompleks, dan penuh tantangan teknologi.

img_title
VIVA.co.id
2 Oktober 2025
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut