Bisnis Ruang Angkasa Ternyata Seksi Juga

Aktivitas di luar angkasa.
Sumber :
  • Courtesy Orion Span

VIVA – Entah disadari atau tidak, bahwa industri ruang angkasa adalah yang paling cepat tumbuh di dasawarsa mendatang. Begitu diungkapkan oleh Odd Roger Enoksen, manajer perusahaan Norwegia, Andøya Space.

img_title Mobil Listrik Xiaomi Bersiap Menginvasi Eropa

Sementara Klaus Schiling, pendiri perusahaan rintisan atau startup pembuat satelit berukuran kecil juga mengatakan, mereka ingin ikut berbisnis karena di bidang ini potensi ekonomi yang besar masih bisa dibangkitkan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Internet dari ruang angkasa, lebih banyak pengamatan perubahan iklim. Namun, siapa yang untung dan siapa yang bangkrut?

img_title Jika Donald Trump Menyerang Lagi, Iran: Perang Bisa Melebar ke Eropa

Pasar ruang angkasa, dalam waktu dekat sudah bisa bernilai satu triliun Euro atau Rp16.213 triliun. Begitu pendapat para pakar.

Di Jerman, tiga startup ingin membuat roket-roket kecil untuk mengangkut beban ke luar angkasa. Di seluruh dunia sudah ada 100 perusahaan.

img_title Gelombang Migran Ilegal Serbu Ceuta, Menlu Jerman Desak Komisi Eropa Lindungi Perbatasan

Perusahaan Rocket Factory Augsburg ingin dapat pelanggan dengan menawarkan harga lebih murah, yaitu tiga juta Euro (Rp48,6 miliar) untuk setiap peluncuran.

"Kami akan mulai dengan 'start' satu bulan sekali. Namun, nantinya kami tentu ingin setiap pekan," papar Stefan Brieschenk, Manajer Rocket Factory Augsburg.

Ia ingin agar semuanya dibentuk seotomatis dan seindustrial mungkin, jadi tidak akan jadi sesuatu yang mengejutkan. Dalam uji beban roket, nitrogen cair yang amat dingin digunakan.

Dengan cara itu para insinyur bisa mencari tahu, sekuat apa sambungan komponennya bisa menahan tekanan dan kapan roket pecah.

Lapisan luar roket ternyata bisa tahan lebih lama dari dugaan semula. Apa ini jadi tonggak pencapaian dalam persaingan ketat?

Hotel ruang angkasa.

Photo :
  • U-Report

“Dalam urusan peluncuran roket, Jerman belum bisa bersaing.” Itu pendapat Maria Jahnke, yang menjadi konsultan dan salah seorang penulis studi pertama tentang komersialisasi perjalanan ke luar angkasa atau New Space di Jerman.

Jerman punya tiga peluncur mikro, yang belum diuji sama sekali dan kemungkinan menghasilkan keuntungan sangat kecil.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Demikian kata Jahnke dan menjelaskan, penyebabnya adalah, di seluruh dunia ada banyak perusahaan yang menawarkan jasa peluncuran roket, yang sudah memenuhi permintaan tambahan.

Namun, teknik satelit adalah bidang lain lagi. Di bidang ini, perusahaan Jerman juga aktif. Dan persaingan internasional juga ketat. Nina Stary adalah seorang analis dan juga salah satu penulis studi tentang New Space di Jerman.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut